Banjir Bandang Pemalang Telan 1 Korban Jiwa Terseres Arus, BPBD Evakuasi Warga

Senin 26 Jan 2026 - 05:00 WIB
Reporter : Rida Satriani
Editor : Rida Satriani

Namun puncak banjir terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

"Dari habis Magrib sudah jaga-jaga. Banjirnya datang tapi pasang surut. Puncaknya jam 02.00 WIB," kata Sulastri.

Ia bersama warga berjaga di depan rumah, mengira air datang dari arah sungai. 

Namun ternyata banjir justru menerjang dari belakang rumah. 

BACA JUGA:Prabowo Instruksikan Penyusunan Grand Design Penanganan Banjir Pulau Jawa sebagai Solusi Jangka Panjang

BACA JUGA:Banjir Kepung Kota Bekasi, Hujan Deras Rendam Pasar Family Harapan Indah hingga 50 Cm

"Airnya itu dari belakang rumah, dari arah kandang ayam," ujarnya.

Rumah Sulastri yang berada di tepi sungai rusak parah. 

Rumah kakaknya hanyut, kandang ayam milik orang tuanya dengan populasi sekitar 6 ribu ekor lenyap, dan kandang ayam milik sepupunya dengan 4 ribu ekor ikut terdampak.

Beberapa menit sebelum banjir besar datang, listrik padam. 

Tanto sempat meminta Sulastri mengecek anak mereka yang dititipkan di rumah nenek serta menyalakan genset di kandang ayam. 

Saat Sulastri bersama ayahnya menyalakan genset, banjir tiba-tiba menerjang.

"Saya sama bapak saya hidupin genset. Pas itu banjirnya langsung datang. Saya nggak tahu posisi suami saya. Anak saya saya titipkan orangtua sebelum banjir itu," ungkapnya.

Sulastri terakhir melihat suaminya berada di dalam rumah. 

Setelah banjir menerjang, Tanto hilang. 

Sejumlah saksi menyebut ia sempat berusaha menyelamatkan diri, namun terjebak arus deras dari arah timur rumah.

Kategori :