Sekitar satu jam kemudian, jasad Tanto ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Sulastri sendiri sempat terseret arus sejauh lima meter, namun berhasil bertahan dengan berpegangan.
"Saya terseret arus air deras sekali. Berapa meter sekitar lima meter. Saat itu, kondisinya gelap total. Saya hanya mengandalkan baterai HP," katanya.
BACA JUGA:Karawang Lumpuh! Banjir 2,5 Meter Rendam Permukiman, Warga Terjebak di Rumah Panggung
Pada pukul 03.00 WIB, Sulastri dibawa tim BPBD ke rumah sakit.
Satu jam kemudian, ia diminta ke ruang jenazah untuk memastikan identitas korban.
"Saya mengenali itu suami saya. Walaupun wajahnya sudah tidak berbentuk, tapi ada kalung yang biasa dipakai suami saya," tuturnya dengan suara bergetar.
Kalung tersebut menjadi penanda yang membuat Sulastri yakin jenazah itu adalah suaminya.
Tanto kemudian dimakamkan di pemakaman desa setempat pada Sabtu.
"Anak yang besar tahu ayahnya tidak ada. Tapi yang kecil belum tahu," ucapnya.
Kini, rumah rusak, usaha kandang ayam hilang, dan kehidupan keluarga berubah drastis.
Meski begitu, Sulastri bertekad untuk bangkit.
"Saya harus semangat untuk dua anak saya ke depannya. Sementara mengungsi di sini dulu, di Kecamatan sampai aman," ungkapnya.