Penurunan skala ini bukan sekadar angka, melainkan perubahan fundamental dalam efisiensi dan performa.
BACA JUGA:Harga iPhone 16 Pro Max Ambruk! Flagship Apple Kini Dijual Rp20 Jutaan, Netizen Heboh
BACA JUGA:Review Jujur Kamera iPhone 17 Pro: Sekali Jepret Bikin Orang Stop Scroll dan Auto Melirik Dua Kali
Dengan fabrikasi 2nm, jumlah transistor dalam satu chip bisa meningkat signifikan.
Artinya, chip mampu menjalankan lebih banyak proses secara bersamaan, dengan konsumsi daya yang lebih rendah.
Dalam pemakaian nyata, ini biasanya terasa lewat performa yang lebih konsisten dan suhu perangkat yang lebih stabil.
Dari pengalaman menggunakan iPhone generasi terbaru, saya melihat bahwa performa tinggi saja sudah bukan isu utama.
Yang lebih penting justru kestabilan saat digunakan lama, terutama untuk aktivitas berat seperti editing video, bermain game, atau multitasking intens.
Chip A20 2nm berpotensi memperpanjang fase performa puncak tanpa membuat ponsel cepat panas.
Ini penting, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia, di mana suhu lingkungan sering memperparah panas perangkat.
BACA JUGA:9 Cara Mengatur Dynamic Island iPhone Supaya Lebih Fungsional dan Gak Terasa Percuma
BACA JUGA:5 Fakta Menarik Apple Uji Face ID Bawah Layar di iPhone 18 Pro, Dynamic Island Bakalan Dibuang?
Lebih jauh, efisiensi chip ini juga membuka ruang bagi pengembangan fitur berbasis kecerdasan buatan yang lebih kompleks.
Apple selama ini cenderung konservatif soal AI, tapi dengan fondasi hardware seperti ini, iPhone 18 bisa menjadi titik balik.
RAM 12GB: Akhirnya Apple Mengejar Kebutuhan Multitasking Nyata
Selama bertahun-tahun, Apple terkenal “pelit” soal RAM.