Bukan karena tertinggal, tapi karena iOS sangat efisien. Namun di 2026, kebutuhan pengguna berubah drastis.
Aplikasi makin berat, multitasking makin kompleks, dan fitur AI berjalan real-time di latar belakang.
Dalam konteks ini, RAM 12GB di iPhone 18 terasa bukan lagi kemewahan, melainkan kebutuhan.
Dalam penggunaan sehari-hari, RAM besar membuat perpindahan aplikasi terasa instan, tanpa reload.
Bagi pengguna yang sering membuka banyak aplikasi sekaligus, ini sangat terasa.
Saya sendiri sering berpindah dari aplikasi pesan, kamera, editor foto, hingga browser dalam waktu singkat.
Pada beberapa generasi iPhone sebelumnya, reload aplikasi masih sering terjadi.
Dengan RAM 12GB, skenario ini seharusnya jauh lebih mulus.
Selain itu, RAM besar juga memberi ruang bagi Apple untuk mengembangkan fitur AI on-device.
Proses pengenalan gambar, suara, dan teks bisa dilakukan lebih cepat tanpa bergantung penuh pada cloud.
Dalam jangka panjang, ini bisa menjadi fondasi iPhone sebagai perangkat komputasi personal, bukan sekadar ponsel.
BACA JUGA:Bosen sama Tampilan Lama? iPhone 18 Rumornya Bawa Punch-Hole dan Chip A20 Pro Super Kencang
BACA JUGA:Gmail Android Kini Bisa Bikin Label Seperti iPhone, Kotak Masuk Makin Rapi dan Anti Ribet!
Dampak Kombinasi A20 2nm + RAM 12GB terhadap Pengalaman Harian