Gencatan senjata Gaza yang berlaku sejak Oktober 2025 kini telah memasuki fase kedua pada Januari 2026. Fase ini seharusnya mencakup beberapa agenda penting, seperti:
- Perlucutan senjata kelompok Hamas
- Penarikan pasukan Israel secara bertahap
- Pengerahan pasukan stabilisasi internasional
BACA JUGA:Lagi-lagi Kasus Keracunan MBG Terjadi! Siswa SMPN 31 Palembang Mual Usai Santap Roti
Namun realitas di lapangan menunjukkan situasi yang jauh dari harapan.
Israel dan Hamas saling menuduh melanggar kesepakatan, sementara warga Gaza terus menanggung dampaknya.
Data Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, selama periode gencatan senjata berlangsung, sedikitnya 509 orang telah tewas akibat berbagai insiden kekerasan.
Hampir seluruh dari 2,3 juta penduduk Gaza dilaporkan telah mengungsi setidaknya satu kali selama konflik dua tahun terakhir.
Ratusan ribu lainnya masih hidup di tenda-tenda darurat, sekolah, atau bangunan rusak tanpa akses memadai terhadap air bersih dan layanan kesehatan.
Serangan udara Israel yang berulang kali terjadi telah menghancurkan sebagian besar infrastruktur Gaza.
Wilayah pesisir kecil ini sebelumnya juga telah menderita akibat blokade ketat Israel sejak 2007, yang membatasi masuknya barang, bahan bakar, dan bantuan kemanusiaan.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, perang yang berlangsung hampir dua tahun telah menewaskan lebih dari 71.769 orang.
BACA JUGA:IHSG Terjun Bebas! Ketua OJK dan 2 Petinggi Mundur di Tengah Gejolak Pasar, Ini Alasannya
Data tersebut dianggap kredibel oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kerap dijadikan rujukan dalam laporan internasional.