BACAKORAN.CO - Setelah beberapa tahun dianggap lamban dalam merespons tren elektrifikasi global, Honda Prospect Motor (HPM) akhirnya menunjukkan langkah besar dengan menyiapkan tiga model SUV baru yang dirancang khusus untuk menghadapi persaingan ketat dari merek-merek Tiongkok seperti BYD, Chery, dan GWM.
Ketiga model tersebut adalah Honda e:N1 (yang kemungkinan tetap menggunakan nama HR-V EV), Honda WR-V Hybrid dengan teknologi i-MMD terbaru, serta Honda Ye S7 sebagai flagship EV.
Kehadiran trio ini mencerminkan strategi holistik Honda: menyasar segmen entry-level hingga premium, menawarkan solusi hybrid pragmatis sekaligus menghadirkan SUV listrik futuristik.
Honda e:N1: Compact EV yang Siap Jadi Penantang Serius
BACA JUGA:Daftar Harga Motor Matic Honda BeAT 2026: Skutik Entry-Level Cocok Dipakai Harian dan Touring
BACA JUGA:Honda Beat 2026 Warna Hitam Tampil Gahar: Bagasi Besar dan Ada Lampu LED Cocok Untuk Harian
Honda e:N1 hadir untuk mengisi kekosongan di segmen compact electric SUV, yang selama ini dikuasai BYD Atto 3 dan Chery Omoda E5. Mobil ini dibangun di atas platform khusus e:N Architecture F, bukan sekadar adaptasi dari model bensin.
Dengan baterai lithium-ion berkapasitas 68,8 kWh, e:N1 mampu menempuh jarak hingga 510 km sekali pengisian, angka yang membuatnya kompetitif di kelasnya.
Keunggulan e:N1 bukan hanya pada jarak tempuh, tetapi juga pada driving dynamics khas Honda.
Mobil ini dirancang agar respons motor listrik tetap halus dan stabil, menghindari efek mual akibat torsi berlebihan yang sering dikritik pada beberapa EV asal Tiongkok.
Interiornya juga mengalami lompatan besar. Layar sentuh vertikal 15,1 inci menjadi pusat kendali dengan tata letak ergonomis, sementara sistem Honda Connect generasi terbaru memungkinkan kontrol jarak jauh melalui aplikasi ponsel.
Fitur Honda Sensing 360 hadir sebagai standar, termasuk Traffic Jam Assist yang relevan untuk kondisi lalu lintas padat.
Material interior ditingkatkan dengan soft-touch surfaces, menjawab kritik terhadap HR-V konvensional.
Strategi harga diperkirakan berada di kisaran Rp500–600 juta, dengan kemungkinan produksi CKD di Karawang untuk memanfaatkan insentif pemerintah.
Angka ini membuat e:N1 menjadi pilihan menarik bagi konsumen loyal Honda yang ingin beralih ke EV tanpa harus membayar lebih mahal dibandingkan kompetitor Tiongkok.
Honda WR-V Hybrid: Solusi Praktis untuk Konsumen Transisi
Jika e:N1 adalah senjata masa depan, maka WR-V Hybrid adalah mesin pencetak volume yang ditujukan untuk pasar saat ini.