Viral! Kasus Bunuh Diri Bocah SD di NTT, Menteri PPPA Ajak Keluarga dan Sekolah Perkuat Perlindungan Anak

Kamis 05 Feb 2026 - 16:23 WIB
Reporter : Ayu
Editor : Ayu

BACAKORAN.CO - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tragedi bunuh diri seorang pelajar kelas IV SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurutnya, peristiwa memilukan ini harus menjadi pengingat bagi seluruh pihak bahwa program perlindungan anak tidak boleh berhenti pada tataran regulasi.

Melainkan harus dijalankan secara konsisten hingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak, keluarga, dan komunitas.  

Dalam keterangan tertulisnya, Arifah menegaskan bahwa implementasi program Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) harus menjadi langkah nyata, bukan sekadar slogan atau aturan di atas kertas.

BACA JUGA:Geger! Ribuan Cartridge Etomidate Disita di Kalibata City, Polisi Bongkar Jaringan Gelap

BACA JUGA:Macan Tutul Masuk Permukiman Warga di Pacet Bandung, Dua Orang Terluka

Ia menekankan bahwa negara memiliki kewajiban moral dan konstitusional untuk memastikan setiap anak memperoleh perlindungan, pendidikan, serta ruang aman untuk tumbuh dan berkembang.

Pemerintah pusat maupun daerah, menurutnya, tidak boleh absen dalam menjalankan tanggung jawab ini.  

Lebih lanjut, Arifah mengingatkan bahwa perlindungan anak bukan hanya tugas negara semata.

Keluarga, sekolah, dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, suportif, dan penuh kasih.

BACA JUGA:Kebakaran Jelang Shalat Subuh Kagetkan Warga PALI, Korban Update Status Medsos

BACA JUGA:Heboh Kebakaran Pati! Bukan Faktor Listrik, Dua Rumah Kayu Dibakar Akibat Masalah Keluarga

“Setiap anak adalah amanah. Kita semua harus hadir bersama untuk memastikan mereka merasa terlindungi,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar anak-anak tidak merasa sendirian dalam menghadapi kesulitan.  

Arifah juga mengajak masyarakat untuk melihat kasus ini dalam konteks yang lebih luas. Ia menyoroti kerentanan anak laki-laki yang sering kali luput dari perhatian publik.

Kategori :