Ratusan Rumah dan Bangunan Pondok Pesantren Al-Adalah di Tegal Ambruk Gegara Tanah Gerak, 1000 Orang Terdampak

Sabtu 07 Feb 2026 - 08:00 WIB
Reporter : Rida Satriani
Editor : Rida Satriani

BACAKORAN.CO – Fenomena tanah bergerak yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, masih terus berlangsung dan menimbulkan dampak yang semakin meluas. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah melaporkan ribuan warga harus meninggalkan rumah mereka, sementara ratusan bangunan mengalami kerusakan, termasuk sebuah pondok pesantren.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdl Muhari, dalam keterangan tertulis pada Jumat (6/2/2026), menyampaikan bahwa jumlah pengungsi terus bertambah. 

Hingga Kamis, tercatat 1.696 orang telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

“Sebanyak 1.686 warga Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mengungsi ke lokasi yang lebih aman setelah permukiman mereka dilanda fenomena pergerakan tanah.

Peristiwa ini terjadi pada Senin (2/2), pukul 19.00 WIB,” ujarnya.

BACA JUGA:Tragedi Dini Hari di Situbondo: Asrama Ponpes di Situbondo Ambruk, 1 santriwati Tewas dan 11 Luka-Luka

BACA JUGA:Setelah Tragedi Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny, Ratusan Santri Mulai Kembali Mondok!

Muhari menambahkan, laporan terbaru menunjukkan 295 keluarga terdampak langsung oleh bencana tersebut. 

BNPB menilai potensi bertambahnya jumlah korban masih tinggi karena pergerakan tanah belum sepenuhnya berhenti.

Pondok Pesantren Ambruk, Ratusan Bangunan Rusak

Selain memaksa warga mengungsi, bencana ini juga merobohkan bangunan Pondok Pesantren Al Adalah yang berada di Desa Padasari. 

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas C Penanggungan, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi setelah kawasan diguyur hujan deras.

"Ada bangunan sebanyak 464 unit bangunan yang terdampak. Termasuk bangunan di lingkungan Ponpes Al Adalah terdampak rusak karena tanah gerak," kata Bergas, Jumat (6/2).

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa robohnya ponpes tersebut. 

Seluruh santri yang berjumlah sekitar 500 orang telah dievakuasi ke tempat aman. 

Kategori :