“Mayat itu dalam keadaan tanpa busana dan kepala sudah tidak ada, dada sudah terbelah. Kemudian isi perut sudah kosong,” ucap AKP Candra Said.
Jasad korban ditemukan mengapung di pinggir perairan Danau Tempe, tidak jauh dari tumpukan batu di sekitar Pulau Sembilan.
Polisi menduga mayat tersebut telah berada di lokasi tersebut dalam kurun waktu tertentu sebelum akhirnya tercium oleh warga yang melintas di sekitar danau.
BACA JUGA:Kasus Gajah Sumatera Mati Tanpa Kepala, Kemenhut Panggil PT RAPP untuk Klarifikasi!
Namun demikian, kepastian mengenai waktu dan penyebab kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut.
Untuk kepentingan penyelidikan, jasad korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamaddukkelleng Sengkang.
Di rumah sakit tersebut, tim medis akan melakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan penyebab kematian serta mengidentifikasi ciri-ciri khusus yang terdapat pada tubuh korban.
“Hasil pemeriksaan dokter kita tunggu untuk memastikan penyebab kematian dan ciri-ciri khusus yang ada di badan mayat tersebut agar dapat diketahui identitasnya,” jelas AKP Candra Said.
Hingga saat ini, kepolisian belum dapat memastikan identitas korban, termasuk jenis kelaminnya.
BACA JUGA:Janji Prabowo di 1 Abad NU: Lawan Korupsi, Lindungi Rakyat, dan Bongkar Kekayaan Bangsa yang Dicuri
BACA JUGA:Ringsek! Kecelakaan Beruntun 4 Kendaraan di Tol Ngawi (Km 576) 3 Orang Terluka, Ini Kronologinya
Minimnya petunjuk awal di lokasi penemuan membuat proses identifikasi masih sangat bergantung pada hasil pemeriksaan medis serta pendalaman penyelidikan oleh aparat kepolisian.
“Identitasnya belum diketahui. Jika ada perkembangan, akan kami sampaikan,” tuturnya.
Selain menunggu hasil pemeriksaan dokter, pihak kepolisian juga terus melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari warga di sekitar lokasi penemuan.
Aparat turut menelusuri kemungkinan adanya laporan orang hilang di wilayah Kabupaten Wajo maupun daerah sekitarnya yang dapat berkaitan dengan penemuan mayat tersebut.