“Siang hari ini kami mendapatkan MBG jam 11.30 WIB dan dibagikan jam 12.00 WIB. Setelah itu, beberapa siswa mengeluh sakit dan sekitar 20 orang langsung dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.
BACA JUGA:Keracunan MBG di SMAN 2 Kudus, BGN Ungkap Kuah Soto Terkontaminasi E. coli
BACA JUGA:Heboh! Oven Pengering Ompreng MBG Meledak, Sejumlah SPPG di Banyumas Alami Luka
Hingga Senin malam, kondisi kesehatan para siswa yang dirawat di RS KSH Pati berangsur membaik.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Pati, Risma Ardhi Chandra, memastikan bahwa sebagian besar siswa sudah bisa berkomunikasi dengan baik meski masih ada yang merasakan mual.
“Para siswa sudah mulai membaik, tadi mualnya sudah mulai hilang, tapi ada beberapa yang masih mual, masih pusing. Sebagian besar sudah mulai membaik,” katanya.
Sementara itu, pihak keluarga siswa juga mulai merasa lega setelah melihat perkembangan kondisi anak-anak mereka.
Salah satu wali murid, Sarmidi, warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Tlogowungu, mengaku langsung menuju RS KSH setelah mendapat kabar dari guru bahwa anaknya dirawat.
“Tadi dapat telepon dari gurunya, bahwa anaknya sakit di KSH, terus saya langsung ke sini,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kondisi anaknya kini sudah lebih baik dan bisa berkomunikasi.
BACA JUGA:BGN Tegaskan Mitra Dapur MBG Tak Boleh Lepas Tangan, Intervensi Bisa Berujung Suspend
BACA JUGA:Program MBG Tetap Berjalan Selama Ramadan, BGN Siapkan 4 Mekanisme Penyalurannya
Kasus dugaan keracunan MBG ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Pati.
Selain memastikan seluruh siswa mendapatkan perawatan gratis, Pemkab juga berkomitmen melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG.
Chandra menegaskan bahwa penerapan SOP akan diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami akan koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar SOP benar-benar dijalankan sesuai standar,” jelasnya.
Program MBG sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendukung gizi siswa di sekolah.