PALEMBANG, BACAKORAN.CO – Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Sumatera Utara. Seorang siswa kelas 12 SMAN 1 Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), bernama Arjuman, menghembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan tumor otak.
Kisah hidupnya yang penuh ketegaran kini viral di media sosial, meninggalkan jejak mendalam bagi teman-teman dan masyarakat luas.
Sosok Ceria yang Menyimpan Luka
Arjuman dikenal sebagai anak yatim piatu yang tumbuh bersama kakak laki-lakinya.
BACA JUGA:3 Oknum Pelajar di Prabumulih Bobol Warung, Sikat Uang Tunai, Rokok dan Handphone
BACA JUGA:3 Pelajar Pelaku Penyiraman Air Keras di Cempaka Putih Diamankan Polisi
Ayahnya meninggal saat ia berusia 5 tahun, sementara ibunya berpulang sebelum ia masuk SD.
Meski hidup dalam keterbatasan, ia tetap ceria, jarang mengeluh, dan selalu berusaha menghibur orang di sekitarnya.
Di sekolah, ia aktif, ramah, dan menjadi sosok yang menyenangkan. Namun di balik senyumnya, ia menyimpan rasa sakit luar biasa.
Sejak kelas 2 SMA, ia mulai sering mengeluh sakit kepala.
Teman-temannya bahkan pernah melihatnya mengikat kepala dengan dasi atau karet, yang ternyata adalah cara sederhana untuk menahan nyeri hebat.
Perjuangan Melawan Penyakit
Memasuki kelas 3, kondisi Arjuman semakin memburuk. Ia sering izin tidak masuk sekolah karena sakit.
Saat akhirnya dibawa ke rumah sakit, dokter menyarankan operasi.
Namun, dua rumah sakit pertama menolak melakukan tindakan. Harapan sempat pupus, hingga akhirnya ia dirawat di rumah sakit ketiga.
Di sana, Arjuman sempat koma dan dirawat intensif di ruang ICU. Sayangnya, pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, ia menghembuskan napas terakhir.
Kabar duka itu sampai ke sekolah sekitar pukul 15.45, tepat sebelum bel pulang berbunyi.