Teman-temannya yang berencana menjenguk esok harinya tak pernah menyangka bahwa kunjungan itu tak akan terjadi.
BACA JUGA:Sekolah Mendadak Panik! 33 Siswa SMAN 2 Kudus Diduga Keracunan Soto MBG Saat Jam Pelajaran
Kenangan yang Tak Terlupakan
Setelah kepergiannya, kakaknya menemukan tumpukan obat sakit kepala dan obat tetes telinga yang disembunyikan di bawah tempat tidur.
Ternyata, Arjuman menahan sakit sendirian selama dua tahun, bahkan gendang telinganya sudah pecah. Ia memilih diam agar tidak merepotkan siapa pun.
Kini, yang tersisa hanyalah doa dan kenangan.
Tentang seorang anak yatim yang begitu kuat, seorang sahabat yang menahan perih dalam diam, dan seorang pelajar yang tetap tersenyum meski tubuhnya melemah.
Kepergian Arjuman menjadi pengingat betapa pentingnya perhatian terhadap kesehatan siswa, serta dukungan moral bagi mereka yang berjuang dalam keterbatasan.