Keracunan Makanan Bergizi Gratis di SDN 008 Waru, Polisi Lakukan Uji Labfor!

Kamis 12 Feb 2026 - 20:07 WIB
Reporter : Ayu
Editor : Ayu

BACAKORAN.CO - Polres Penajam Paser Utara (PPU) tengah melakukan uji laboratorium forensik terhadap sampel menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Waru.

Langkah ini diambil setelah muncul dugaan keracunan yang dialami puluhan siswa SDN 008 Waru, PPU, usai menyantap menu MBG pada Rabu, 11 Februari 2026.  

Akibat insiden tersebut, sejumlah siswa mengalami gejala mual, muntah, dan pusing sehingga harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Waru.

Tim Inafis Polres PPU, Brigpol Alvis, menjelaskan bahwa sampel makanan yang diuji meliputi telur, sayuran seperti wortel, serta nasi yang disajikan kepada para siswa.

BACA JUGA:Motif Pembunuhan Karyawan PPPK Terkuak, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan!

BACA JUGA:Dihabisi Istri Sendiri, Terungkap Sebab Kematian Brigadir Esco Karena Luka Berat Dikepala dari Hasil Visum!

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah terdapat zat tertentu dalam makanan yang memicu gangguan kesehatan.  

“Pihak kami akan melakukan pemeriksaan, apakah benar menu makanan tersebut mengandung sesuatu yang menyebabkan muntah, mual, atau pusing pada anak-anak,” jelas Brigpol Alvis.

Ia menambahkan, proses uji laboratorium tidak dapat dilakukan di Kabupaten PPU sehingga sampel harus dikirim ke laboratorium forensik terpusat agar hasilnya lebih akurat.  

Menurutnya, penting untuk membedakan antara makanan basi dan makanan beracun.

BACA JUGA:Diduga Memperebutkan Cinta Lelaki, Dua Siswi di Ogan Ilir Baku Hantam, Jambak-Jambakan

BACA JUGA:Bahar bin Smith Bebas Malam Ini! Penahanan Ditangguhkan, Polisi Ungkap Alasannya

Makanan beracun mengandung zat berbahaya yang dapat menimbulkan efek langsung pada tubuh, sedangkan makanan basi biasanya hanya mengalami perubahan pH yang menurunkan kualitas rasa dan kesegaran.  

Saat ini, kepolisian masih menunggu hasil uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan pihak terkait agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Kategori :