Kenapa Orang Banyak Makan Saat Galau? Ternyata Ini Penyebabnya, Simak Penjelasan dari dr Zaidul Akbar
Kenapa Orang Banyak Makan Saat Galau?--Freepik.com
BACAKORAN.CO — Banyak orang tanpa sadar menjadikan makanan sebagai pelarian saat emosi sedang tidak stabil.
Ketika hati sedang gelisah atau pikiran terasa berat, makanan seperti nasi, mie, roti, gorengan, hingga camilan manis kerap menjadi pilihan untuk menenangkan diri.
Namun, menurut dr Zaidul Akbar, kebiasaan ini bukanlah sekadar soal rasa lapar.
Dalam sebuah video yang ia unggah, dr Zaidul Akbar mengungkapkan bahwa dorongan untuk makan berlebihan saat emosi terganggu sebenarnya merupakan sinyal dari tubuh yang sedang mengalami tekanan psikologis.
“Setiap perubahan keadaan emosi seseorang itu pasti akan ada sesuatu yang dia rasakan, dan itu sangat berkaitan dengan makanan yang dia konsumsi,” ujar dr Zaidul Akbar.
Karbohidrat yang Jadi Pelampiasan
BACA JUGA:dr. Zaidul Akbar Ungkap Waktu Tidur Ideal untuk Turunkan Berat Badan ala Jurus Sehat Rasulullah
BACA JUGA:Bahaya Minyak Goreng & Gula Pasir Menurut dr Zaidul Akbar, Ini Alternatif Sehatnya
Lebih lanjut, dr Zaidul menjelaskan bahwa kecenderungan untuk mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi saat stres bukanlah hal yang kebetulan.
Karbohidrat, menurutnya, merupakan sumber energi cepat yang secara instan memberikan rasa nyaman dan tenaga.
“Sebenarnya tubuhnya sedang stres. Karena karbohidrat adalah fast instant energy yang sangat baik untuk memberikan tenaga,” katanya.
Namun, ia mengingatkan bahwa jika kebiasaan ini terus berulang, bisa jadi itu adalah bentuk pelarian dari masalah yang belum terselesaikan.
“Kalau terus-menerus berarti dia sedang menghindar atau sedang berlari dari keadaan yang memerlukan tenaga besar,” tambahnya.
Pola Makan Berubah Saat Emosi Tertata
BACA JUGA:Khasiat Daun Sage Menurut dr Zaidul Akbar, Ampuh Atasi Kecemasan dan Tingkatkan Fokus?