Semua wilayah tersebut berada di lereng Gunung Merapi, sehingga kondisi cuaca ekstrem memang kerap terjadi akibat faktor geografis dan meteorologis.
BACA JUGA:Viral Video Bentrok TNI-Polri di Mappi, Diduga Dipicu Geber Motor hingga Miras
“Ternyata betul (hujan es). Bahwa di Babadan, Tlogolele, Klakah, Babadan 1 dari pengamat Gunung Merapi hujan es disertai angin kencang,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa berdasarkan laporan sementara, tidak ditemukan adanya kerusakan signifikan akibat peristiwa tersebut.
“Kejadian sekitar jam 14.00 WIB. Laporan sementara, kita pantau tidak ada kerusakan,” ujarnya.
BPBD Kabupaten Magelang menegaskan akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan dari fenomena hujan es ini.
BACA JUGA:Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Stadion Pakansari Bogor, Atap Beterbangan dan Pohon Tumbang!
BACA JUGA:Guru Honorer Gugat UU APBN 2026 ke MK, Efek Program MBG Dinilai Menggerus Anggaran Pendidikan
Meski tidak menimbulkan kerusakan, pihaknya tetap mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama di kawasan rawan bencana seperti lereng Merapi.
Angin kencang yang menyertai hujan es berpotensi menumbangkan pohon atau merusak bangunan ringan, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.
Fenomena hujan es sendiri bukanlah hal yang sepenuhnya asing di Indonesia, meski jarang terjadi.
Secara ilmiah, hujan es terbentuk ketika awan cumulonimbus berkembang dengan cepat dan membawa uap air ke lapisan atmosfer yang lebih dingin.
BACA JUGA:Keracunan Makanan Bergizi Gratis di SDN 008 Waru, Polisi Lakukan Uji Labfor!
Uap air tersebut kemudian membeku menjadi butiran es kecil.