Upaya awak pesawat untuk mencari perlindungan tidak membuahkan hasil.
Peristiwa tersebut berakhir dengan tindakan kekerasan yang menyebabkan kedua korban kehilangan nyawa di sekitar area bandara.
“Tidak lama kemudian, korban ditangkap dan dibawa kembali ke area landasan, lalu dilakukan penembakan oleh para pelaku,” sambung Faizal.
Setelah kejadian, aparat kepolisian gabungan segera mengamankan lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengungkap kronologi serta dampak penembakan tersebut.
BACA JUGA:2 Kapal AS Tabrakan saat Isi BBM di Laut Karibia, 2 Marinir Luka dan 1 Tewas
BACA JUGA:Prabowo Tegaskan Evaluasi Dana Desa: Penyaluran Selama 10 Tahun Banyak yang Tak Sampai ke Rakyat
Pemeriksaan awal menunjukkan adanya kerusakan serius pada badan pesawat akibat tembakan senjata api.
“Dari hasil pemeriksaan fisik pesawat, ditemukan sebanyak 13 lubang bekas tembakan pada badan pesawat,” ujarnya.
Selain memeriksa kondisi pesawat, aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan langsung dengan peristiwa penembakan.
Proses pengumpulan bukti dilakukan untuk mendukung penyelidikan lanjutan.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Adarma Sinaga menyatakan bahwa seluruh barang bukti kini berada dalam penguasaan penyidik.
BACA JUGA:Jokowi Respon Steatment Tak Buka Pintu Maaf untuk Roy Suryo cs di Kasus Ijazah Palsu: Urusan Pribadi
BACA JUGA:Kecelakaan Bus Indorent di Tol Ngawi–Solo: Kabut Tebal dan Faktor Kelelahan Jadi Sorotan
“Barang bukti yang berhasil diamankan kini telah diamankan untuk proses pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut,” jelas Adarma.
Insiden ini kembali menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan penerbangan perintis di wilayah rawan konflik.
Aparat keamanan masih melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap pelaku serta memastikan situasi keamanan di sekitar Bandara Korowai Batu tetap terkendali.