BOVEN DIGOEL, BACAKORAN.CO - Insiden penembakan terhadap pesawat Smart Air terjadi di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
Peristiwa tersebut berlangsung sesaat setelah pesawat mendarat dan berujung pada meninggalnya pilot serta kopilot akibat serangan kelompok bersenjata.
Kejadian ini kembali menyoroti tantangan keamanan penerbangan perintis di wilayah pedalaman Papua.
Berdasarkan keterangan aparat, para pelaku melepaskan tembakan dari jarak sekitar 200 meter ke arah pesawat.
Tembakan tersebut diarahkan ke area landasan saat pesawat baru selesai melakukan pendaratan dan bersiap melanjutkan penerbangan.
BACA JUGA:Detik-Detik Pesawat Smart Air Ditembak KKB di Papua Selatan, Pilot dan Kopilot Meninggal Dunia
BACA JUGA:Waduh, Pesawat Smart Air Tergelincir Keluar Landasan, Ini Kronologisnya..
Situasi ini menyebabkan gangguan serius terhadap operasional bandara dan memicu kepanikan di antara penumpang.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Brigjen Faizal Ramadhani menyampaikan bahwa aparat memperkirakan jumlah pelaku dalam insiden penembakan tersebut cukup banyak.
“Sekitar kurang lebih 20 orang pelaku muncul dari arah penginapan bandara dengan membawa senjata api,” ujar Faizal dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).
Aksi penembakan itu membuat kondisi di sekitar bandara berubah mencekam.
Para penumpang berupaya menjauh dari lokasi kejadian untuk menghindari ancaman keselamatan, sementara aktivitas di sekitar bandara sempat terhenti akibat meningkatnya risiko keamanan.
BACA JUGA:Angin Kencang Berputar Seperti Puting Beliung di Parepare, Warga: “Datang Lalu Keliling”
“Para penumpang panik dan berlari menyelamatkan diri. Pilot dan kopilot turut berlari menuju rumah warga di sekitar bandara, namun keduanya dikejar oleh para pelaku,” paparnya.