PALEMBANG, BACAKORAN.CO – Honda kembali membuat gebrakan di pasar otomotif Indonesia dengan menghadirkan Brio Satya S 2026.
Varian dasar dari hatchback populer ini kini tersedia dengan pilihan transmisi otomatis CVT (Continuously Variable Transmission), menjadikannya satu-satunya mobil matik di segmen Low Cost Green Car (LCGC) dengan harga di bawah Rp200 juta.
Langkah ini dinilai strategis untuk menjawab kebutuhan konsumen urban yang mengutamakan kenyamanan berkendara di tengah padatnya lalu lintas perkotaan.
Harga dan Varian: Strategi Menembus Pasar Sensitif
BACA JUGA:Honda Brio Satya 2026 Resmi Meluncur, LCGC dengan Transformasi Menyeluruh
BACA JUGA:Honda Brio 2026, Mobil Harian Hemat BBM dengan Interior Modern dan Fitur Keselamatan Lengkap
Honda Brio Satya S M/T dibanderol Rp170,4 juta, sementara Satya S CVT dilepas Rp183,5 juta.
Selisih Rp13,1 juta dianggap wajar mengingat tambahan kenyamanan yang ditawarkan. Varian Satya E CVT sudah menembus Rp206,7 juta, sedangkan RS berada di kisaran Rp253–263 juta.
Dengan posisi harga ini, Satya S CVT mengisi celah pasar penting: tetap terjangkau, namun menawarkan fitur matik yang sebelumnya hanya ada di varian lebih tinggi.
Desain Eksterior: Kompak dan Familiar
Secara tampilan, Brio Satya S masih mengusung platform generasi kedua dengan facelift yang sudah dikenal publik.
Grille heksagonal dengan aksen chrome memberi kesan kokoh, meski tanpa fog lamp.
Lampu depan menggunakan halogen multireflector, berbeda dengan varian E yang sudah dilengkapi DRL LED.
Velg alloy 14 inci single-tone pada varian CVT memberikan sentuhan modern, sementara dimensi kompak (3.795 mm x 1.680 mm x 1.485 mm) membuatnya lincah di jalan perkotaan.
Interior: Minimalis tapi Fungsional
BACA JUGA:Suzuki Fronx GL vs Honda Brio RS: Duel SUV Kompak dan Hatchback Sporty di Harga Rp 250 Jutaan
BACA JUGA:Makin Kece! City Car Legendaris Honda Brio 2026 Kembali dengan Penyegaran Desain dan Performa Andal
Meski berada di segmen dasar, interior Brio Satya S tetap fungsional.