Korban dilaporkan mengalami luka parah dan sempat berada dalam kondisi kritis.
Setelah kejadian, korban segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Palembang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Informasi di lapangan menyebutkan bahwa Agung juga mengalami luka di bagian kepala yang diduga akibat benturan atau serangan selama keributan berlangsung.
Menurut Kepala Desa Pulau Beruang, Paradi, keributan diduga bermula dari perselisihan antara sejumlah pihak di lapangan voli desa, yang lokasinya tidak jauh dari balai desa tempat acara orgen tunggal digelar.
Awalnya, situasi tampak seperti pertengkaran biasa. Namun, dalam waktu singkat, konflik tersebut meningkat menjadi aksi kekerasan yang melibatkan senjata.
Suara tembakan dan teriakan warga membuat suasana berubah mencekam.
Paradi menjelaskan bahwa pihak desa langsung berkoordinasi dengan aparat keamanan setelah menerima laporan kejadian tersebut.
Ia juga menyampaikan bahwa korban meninggal dunia telah dipulangkan ke keluarga, sementara korban luka mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
BACA JUGA:Heboh, Foto Ardhito Pramono dan Davina Karamoy Mesra Tersebar di Medsos, Go Public?
Hingga saat ini, motif pasti di balik keributan tersebut masih belum diketahui secara jelas.
Kapolres Ogan Komering Ilir, Eko Rubiyanto, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah turun langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan.
Tim kepolisian bergerak cepat guna mengumpulkan bukti, memeriksa saksi, dan mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat.
Polisi juga tengah melakukan upaya pengejaran terhadap terduga pelaku yang diduga terlibat dalam aksi penembakan dan penusukan tersebut.
BACA JUGA:68 Warga Purworejo Diduga Keracunan Usai Santap Hidangan Ruwahan, Beberapa Dilarikan ke Rumah Sakit
Aparat berkomitmen untuk mengungkap kasus ini secara tuntas demi memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya.