Jika benar mampu mengunci target laut bergerak seperti kapal induk, ini bisa menjadi ancaman serius bagi armada laut Amerika.
BACA JUGA:Rumah di Blimbingsari Sleman Ludes Terbakar, Diduga Simpan Kembang Api dan Petasan, 2 Motor Hangus
1.200 Rudal Jelajah Anti Kapal, Senjata Dominasi Selat Hormuz
Selain rudal hipersonik, kekuatan utama Iran justru terletak pada rudal jelajah anti kapal.
Laporan Institut Internasional untuk Studi Strategis menyebut Iran memiliki sekitar 1.000 hingga 1.200 rudal jelajah anti kapal.
Rudal ini menjadi tulang punggung strategi penolakan wilayah atau area denial Iran di:
Selat Hormuz
Teluk Persia
Perairan sekitar Laut Arab
Selat Hormuz sendiri adalah jalur vital distribusi minyak dunia.
BACA JUGA:Baru Sepekan Menjabat, AKBP Catur Diganti! Kapolres Bima Kota Kini Dipimpin AKBP Hariyanto, Kenapa?
Sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati perairan sempit ini.
Strategi Iran bukan hanya mengandalkan satu rudal super cepat, melainkan kombinasi serangan masif dari berbagai titik pantai dan kapal cepat bersenjata rudal.
Dengan pendekatan asimetris, Iran berusaha membuat kapal induk Amerika berpikir dua kali untuk masuk terlalu dekat.
Apakah Kapal Induk AS Benar Benar Rentan?
Kapal induk seperti USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford bukan target mudah.
BACA JUGA:Freeport Dikuasai RI! Saham Indonesia Naik Jadi 63%, Kontrak Tambang Meledak Hingga 2061
Keduanya dilengkapi sistem pertahanan berlapis, kapal pengawal, serta sistem radar canggih.