BACAKORAN.CO – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas.
Washington meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah dengan memindahkan kapal perang, pesawat tempur, dan pasukan tambahan ke wilayah yang makin dekat dengan Iran.
Di tengah situasi tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran melontarkan pernyataan keras yang langsung menyita perhatian dunia.
“Kapal induk adalah mesin yang berbahaya, tetapi yang lebih berbahaya daripada itu adalah senjata yang mampu menenggelamkannya ke dasar laut," ujar Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
BACA JUGA:Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Syarat dan 6 Kota Tujuan
Rudal Hipersonik Fattah, Senjata Paling Berbahaya Iran?
Iran saat ini dikenal memiliki rudal hipersonik kelas Fattah.
Fattah 1 diperkenalkan pada Juni 2023 sebagai rudal balistik jarak menengah dengan jangkauan sekitar 1.400 kilometer.
Kecepatannya diklaim mencapai Mach 13 hingga Mach 15.
Yang membuatnya berbahaya bukan hanya kecepatannya, tetapi kemampuan kendaraan masuk kembali yang dapat bermanuver atau MaRV.
BACA JUGA:Janji Masuk Polwan Berujung Tipu Uang Rp820 Juta, Oknum Polisi di Sumsel Dilaporkan
Artinya rudal ini dapat mengubah arah pada fase akhir penerbangan untuk menghindari sistem pertahanan anti rudal.
Fattah 2
Pada November 2023, Iran memperkenalkan Fattah 2.
Para analis menyebut varian ini kemungkinan mengadopsi konsep kendaraan luncur hipersonik atau HGV.
Teknologi ini memungkinkan hulu ledak bergerak di jalur tidak terduga dengan kecepatan sangat tinggi.
Sistem pertahanan konvensional akan kesulitan memprediksi dan mencegatnya.