KPK Tahan Budiman Bayu Prasojo, Pegawai Bea Cukai Simpan Rp5 Miliar di Safe House

Jumat 27 Feb 2026 - 22:30 WIB
Reporter : Ayu
Editor : Ayu

BACAKORAN.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Kepala Seksi Intelijen Cukai P2 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Budiman Bayu Prasojo (BBP), sebagai tersangka baru kasus suap importasi barang.

Penahanan dilakukan selama 20 hari pertama, mulai 27 Februari hingga 18 Maret 2026, di Rutan KPK Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan.  

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa peran Budiman berkaitan dengan uang Rp5 miliar yang ditemukan di safe house Ciputat, Tangerang Selatan.

Uang tersebut diduga berasal dari pengusaha dan importir, lalu dikelola oleh pegawai DJBC atas arahan Budiman.

BACA JUGA:Kasus Korupsi Pertamina: Kerry Adrianto Riza Dijatuhi 15 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar!

BACA JUGA:Terkuak Profesi Ibu Tiri Aniaya Anak di Sukabumi Hingga Tewas, Ternyata P3K Kemenag

Dana itu awalnya disimpan di Jakarta Pusat sebelum dipindahkan ke Ciputat pada Februari 2026.  

Penyidik KPK kemudian menggeledah dua lokasi safe house dan menemukan lebih dari Rp5,19 miliar dalam berbagai mata uang, tersimpan dalam lima koper.

Dana tersebut diduga digunakan sebagai biaya operasional terkait pengaturan jalur masuk barang impor.  

Atas perbuatannya, Budiman disangkakan melanggar Pasal 12B UU Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 20 huruf c UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

BACA JUGA:Nggak Kebagian Kuota PINTAR BI? Tukar Uang Baru Lebaran 2026 Bisa Langsung di BCA!

BACA JUGA:Resmi, Eks Bos Pertamina Riva Siahaan Resmi Divonis 9 Tahun Penjara dan Denda 1 Miliar, Terdakwa Ungkap Begini

Ia ditangkap pada 26 Februari 2026 sekitar pukul 16.00 WIB.  

Kasus ini menambah daftar panjang praktik suap di DJBC. Sebelumnya, KPK mengungkap bahwa barang ilegal dan palsu bisa masuk ke Indonesia akibat kesepakatan antara pejabat Bea Cukai dan pihak swasta.

Pada Oktober 2025, sejumlah pejabat DJBC diduga bersekongkol dengan pemilik PT Blueray, John Field, serta jajaran manajemennya untuk mengatur jalur importasi barang.  

Kategori :