BACAKORAN.CO - Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim akui kecewa setelah dengarkan keterangan dari sejumlah saksi dari vendor atau produsen laptop Chromebook yang dihadirkan dalam sidang hari ini.
Saat ditanya mengenai keterangan para saksi, Nadiem sempat menggelengkan kepalanya seperti kecewa.
"Saya hari ini sangat kecewa ya. Dan, sedih bahwa bisa sampai ke sini kita, kasus ini,” ujar Nadiem saat memberikan keterangan di waktu istirahat sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, dilansir Bacakoran.co dari Kompas.com, Rabu (5/3/2026).
Nadiem kemudian respon penjelasan para saksi terkait dengan angka kerugian keuangan negara sebesar Rp 1,5 triliun untuk bagian pengadaan Chromebook yang tercantum di dakwaan.
BACA JUGA:Diduga Terima Aliran Dana, Saksi Sebut Tak Ada Transaksi Rp 809 Miliar ke Rekening Nadiem Makarim
Berdasarkan penuturan Nadiem Makarim, angka kerugian negara yang dihitung oleh BPKP dilakukan secara terburu-buru.
“Yang Rp 1,5 T adalah hasil audit BPKP setelah saya ditahan. Audit yang terburu-buru untuk mengeluarkan... Ternyata, yang disebut situ adalah harga selisih antara yang menurut audit kerugian harusnya harganya di sini, dengan harga riilnya,” kata Nadiem.
Berdasarkan perhitungan BPKP, harga wajar untuk satu unit Chromebook adalah Rp 4,3 juta.
Tapi para saksi yang hadir dalam sidang hari ini, yaitu Acer Indonesia, Asus, Dell, Advan, dan pihak distributor, menjelaskan, harga produk mereka Rp 4,3 juta atau di atasnya.
BACA JUGA:Jalani dengan Santai, Nadiem Makarim Optimis akan Bebas di Kasus Korupsi Laptop Chromebook!