BACAKORAN.CO - Dalam persidangan Nadiem Makarim memberikan alasan mengapa merekrut Fiona dan Jurist Tan menjadi staf khususnya.
“Fiona punya keahlian dalam bidang pendidikan karena pengalaman beliau di (Yayasan) PSPK sudah mengerjakan transformasi di bidang pendidikan selama cukup lama,” kata Nadiem, dilansir Bacakoran.co dari Tribunnews, Kamis (12/3/2026).
Yayasan Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) adalah sebuah lembaga nirlaba yang menjadi mitra banyak kementerian, termasuk Kemendikbud.
Selain itu, Fiona juga pernah menjadi bagian dari tim gubernur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di era Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
“Jadi, Fiona pengalamannya di PSPK sangat mendalami dalam transformasi pendidikan,” kata Nadiem.
Disisi lain Jurist diajak menjadi stafsus karena pernah berkarir di Kantor Staf Kepresidenan yang banyak mengatur soal regulasi dan koordinasi pemerintahan, meski tak punya pengalaman di dunia pendidikan.
"Itulah alasannya kenapa Fiona diangkat menjadi staf khusus isu-isu strategis yaitu berhubungan dengan sekolah yang tim sekolah dan Jurist itu menjadi staf khusus di bidang pemerintahan,” kata Nadiem lagi.
Nadiem juga mengeklaim bahwa dua mantan anak buahnya itu punya passion besar terhadap dunia pendidikan.
“Dari pengalaman saya, orang yang punya passion terhadap suatu bidang, kalau dia pintar dan kompeten, itu daya belajarnya luar biasa. Dan saya akan selalu memilih orang yang mau belajar, walaupun (tidak ada latar belakang yang sesuai) tetapi dia kompeten, mau belajar,” kata Nadiem lagi.
Sebelumnya Buronan kasus korupsi Chromebook, Jurist Tan, dikabarkan telah pindah kewarganegaraan ke Australia dan mendapat bantuan persembunyian.
Kejaksaan Agung dengan tegas ungkap proses hukum tetap berjalan dan membuka peluang menerapkan pasal perintangan penyidikan (obstruction of justice/OOJ).