Novel Baswedan Murka! Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras di Jakarta

Sabtu 14 Mar 2026 - 12:37 WIB
Reporter : Ayu
Editor : Ayu

BACAKORAN.CO - Mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, mengecam keras kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus, Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

Peristiwa ini terjadi di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 12 Maret 2026.

Saat itu, Andrie tengah mengendarai sepeda motor ketika dua orang tak dikenal mendekatinya dari arah berlawanan.

Salah satu pelaku langsung menyiramkan cairan berbahaya tersebut ke tubuh Andrie, mengenai bagian kanan tubuhnya.

BACA JUGA:Pemerintah Pastikan Cadangan Energi Nasional Aman Jelang Idul Fitri

BACA JUGA:KPK Sita Aset Eks Menteri Agama Yaqut yang Capai 100 Miliar Lebih dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Akibat serangan itu, Andrie harus segera dilarikan ke RSCM untuk mendapatkan perawatan medis. Dari hasil pemeriksaan, ia mengalami luka bakar hingga 24 persen.

Novel, yang pernah menjadi korban serangan serupa sembilan tahun lalu, menilai bahwa aksi ini bukan sekadar intimidasi, melainkan upaya pembunuhan yang direncanakan dengan matang.

"Serangannya itu saya yakin maksudnya membunuh. Pelakunya ini menyiram air keras ke area muka, kalau area muka itu kena air keras kemungkinan besar gagal napas dan bisa meninggal," tegasnya.

Dalam konferensi pers bersama Koalisi Masyarakat Sipil pada Jumat, 13 Maret 2026, Novel menyebut peristiwa ini sebagai kejahatan biadab yang menyasar orang-orang kritis, peduli, dan berani menyuarakan kebenaran demi bangsa. 

BACA JUGA:Geger! Warga Temukan Mayat Wanita Muda dalam Boks di Medan, Pelaku 2 Remaja Kini Jalani Pra-Rekonstruksi

BACA JUGA:Kuasa Hukum Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ajukan RJ Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi: Cari Aman..

"Saya ingin menggambarkan bahwa ini kejahatan yang sangat serius dan biadab. Yang diserang adalah orang baik, dia kritis dia peduli dia mencintai negaranya," tambahnya. 

Lebih lanjut, Novel mendesak Presiden RI Prabowo Subianto untuk memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini.

"Saya mendesak kepada Pak Presiden agar memberikan perhatian kepada perkara ini," tegasnya.

Kategori :