Korban Serangan Israel di Lebanon Tembus 826 Orang, Krisis Kemanusiaan Kian Memburuk

Minggu 15 Mar 2026 - 09:11 WIB
Reporter : Melly
Editor : Melly

BACAKORAN.CO - Situasi di Lebanon makin memanas dan memprihatinkan.

Serangan Israel yang terus berlangsung sejak awal Maret 2026 kini menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, merusak fasilitas publik, dan menekan sistem kesehatan Lebanon hingga di titik kritis. 

Di tengah eskalasi konflik itu, jumlah korban tewas dilaporkan terus bertambah, sementara ancaman perang berkepanjangan semakin nyata.

Berdasarkan laporan otoritas kesehatan Lebanon, jumlah korban tewas akibat serangan Israel sejak 2 Maret 2026 telah mencapai 826 orang, dengan 2.009 orang lainnya mengalami luka-luka.

Dari total korban meninggal dunia tersebut, sedikitnya 65 perempuan dan 106 anak-anak turut menjadi korban.

BACA JUGA:Gegara Kalah Judol Rp50 Juta, Sopir di Lombok Nekat Gantung Diri

Selain itu, jumlah paramedis yang tewas juga meningkat menjadi 31 orang, menandakan bahwa dampak serangan tidak hanya menyasar wilayah permukiman, tetapi juga turut menghantam sektor kemanusiaan dan kesehatan.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa konflik di Lebanon bukan lagi sekadar bentrokan bersenjata biasa, melainkan sudah berkembang menjadi krisis kemanusiaan serius.

Para pejabat kesehatan setempat bahkan memperingatkan bahwa jumlah korban tewas kemungkinan masih akan bertambah karena banyak tim penyelamat masih terus melakukan pencarian di bawah reruntuhan bangunan yang hancur.

Di saat yang sama, infrastruktur medis Lebanon juga berada dalam kondisi tertekan akibat serangan beruntun.

BACA JUGA:Cekcok di Tempat Karaoke, Pria di Lampung Tebas Leher Pegawai Bulog di Kebun Sawit, Ini Motifnya!

Kondisi di lapangan semakin berat setelah sejumlah fasilitas layanan kesehatan ikut terdampak.

Laporan yang beredar menyebut sedikitnya lima rumah sakit terpaksa menghentikan operasionalnya akibat serangan langsung maupun ancaman keamanan di sekitar lokasi.

Situasi ini membuat penanganan korban menjadi jauh lebih sulit, terutama ketika jumlah korban luka terus bertambah setiap harinya.

Bahkan, dua petugas kesehatan yang sebelumnya dilaporkan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dari reruntuhan pusat layanan kesehatan primer di Burj Qalawiya.

Kategori :