Maka, kemampuan memilah informasi kini sama pentingnya dengan memahami perkembangan perang itu sendiri.
Kasus Netanyahu juga jadi contoh nyata bagaimana media sosial bisa mengaburkan batas antara humor, propaganda, dan disinformasi.
Meme yang awalnya terlihat lucu bisa berubah menjadi bahan bakar rumor.
BACA JUGA:Panik, Trump Desak Negara Lain untuk Amankan Pelayaran di Selat Hormuz agar Tetap Terbuka!
Teori konspirasi yang terdengar absurd bisa mendadak dipercaya jika terus diulang.
Sementara itu, publik yang tidak sempat mengecek sumber resmi sering terjebak dalam arus informasi yang menyesatkan.
Kesimpulannya, rumor kematian PM Israel Benjamin Netanyahu terbukti tidak benar.
Netanyahu telah muncul dalam video terbaru dan membantah isu tersebut dengan gaya santai sambil minum kopi di sebuah kafe.
Meski begitu, hebohnya kabar ini memperlihatkan betapa kuatnya pengaruh media sosial dalam membentuk persepsi publik di tengah konflik bersenjata.
BACA JUGA:Korban Serangan Israel di Lebanon Tembus 826 Orang, Krisis Kemanusiaan Kian Memburuk
Di saat perang Israel-Iran masih memanas, publik perlu lebih hati-hati membedakan mana fakta, mana propaganda, dan mana sekadar sensasi internet yang dibungkus seolah-olah sebagai berita besar.