Konflik Makin Memanas, Donald Trump Kirim Pasukan Baru ke Iran dan Sebut NATO Pengecut, Kenapa?

Sabtu 21 Mar 2026 - 09:18 WIB
Reporter : Yanti D.P
Editor : Yanti D.P

Sejumlah kapal tanker dari berbagai negara dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir.

Negara-negara seperti India, Pakistan, Bangladesh, dan Turki menjadi contoh pihak yang mendapatkan izin melintas, menunjukkan bahwa Iran menerapkan kebijakan selektif dalam mengatur lalu lintas laut.

Salah satu contoh konkret datang dari India, di mana dua kapal tanker yang mengangkut LPG dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman.

BACA JUGA:Viral Video Pungli Oknum SPSI Minta THR ke Pedagang Bikin Netizen Geram, Kini Berakhir Minta Maaf

Sementara itu, kapal tanker berbendera Pakistan bernama Karachi juga berhasil menyelesaikan perjalanannya tanpa hambatan berarti. 

Dari Turki, kapal Rozana turut mendapatkan izin setelah melalui koordinasi diplomatik dengan Teheran.

Meski demikian, situasi di kawasan tetap jauh dari kata stabil.

Sejak serangan besar-besaran yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel lebih dari dua pekan lalu, Iran terus melancarkan serangan balasan ke berbagai target, termasuk pangkalan militer dan infrastruktur energi di kawasan Teluk.

Konflik ini secara langsung berdampak pada aktivitas pelayaran di Selat Hormuz yang sempat melambat drastis.

BACA JUGA:Diselundupkan ke Rusia: Mojtaba Khamenei Jalani Operasi Rahasia di Istana Putin!

Perlambatan lalu lintas kapal ini sempat memicu kekhawatiran akan terjadinya krisis energi global.

Banyak kapal tanker terpaksa menunda perjalanan atau mencari jalur alternatif yang lebih aman, meskipun biayanya jauh lebih tinggi.

Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruh Selat Hormuz terhadap stabilitas ekonomi global.

Namun, dengan mulai dibukanya jalur terbatas oleh Iran, ada harapan bahwa gangguan terhadap distribusi energi dapat ditekan.

Meski belum sepenuhnya pulih, aktivitas pelayaran yang kembali berjalan menunjukkan bahwa Iran masih mempertimbangkan dampak global dari kebijakan militernya.

BACA JUGA:6.812 Personel Gabungan Jaga 133 Masjid dan Obyek Vital selama Hari Raya Idulfitri

Kategori :