Konflik Makin Memanas, Donald Trump Kirim Pasukan Baru ke Iran dan Sebut NATO Pengecut, Kenapa?

Sabtu 21 Mar 2026 - 09:18 WIB
Reporter : Yanti D.P
Editor : Yanti D.P

Sebelumnya selat Hormuz kembali menjadi sorotan dunia setelah otoritas Iran memutuskan membuka jalur pelayaran secara terbatas di tengah konflik yang memanas antara Teheran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa meskipun situasi geopolitik sedang tegang, Iran tidak sepenuhnya menutup akses di Selat Hormuz, melainkan hanya membatasi perlintasan bagi pihak yang dianggap sebagai “musuh”.

Dalam pernyataan resmi, Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz masih dapat dilintasi oleh kapal-kapal dari negara yang tidak terlibat dalam konflik.

Namun, perlintasan tersebut harus melalui koordinasi ketat dengan militer Iran.

BACA JUGA:Jelang Lebaran 2026! Harga Samsung Galaxy S26 hingga A37 Turun? Ini Daftar Terbaru + Tips Beli Biar Nggak Rugi

Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk tetap menjaga stabilitas perdagangan global, sekaligus mempertahankan posisi politik Iran di tengah tekanan internasional.

Keputusan Iran terkait Selat Hormuz ini menjadi perhatian serius bagi dunia, mengingat jalur tersebut merupakan salah satu titik paling vital dalam distribusi energi global.

Dengan sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia melewati wilayah ini, setiap gangguan di Selat Hormuz berpotensi memicu gejolak besar di pasar energi internasional.

Selat Hormuz dikenal sebagai jalur sempit namun sangat strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab.

BACA JUGA:RSCM Beberkan Kondisi Andrie Yunus Pasca Serangan Air Keras, Ini Dampaknya

Peran vitalnya dalam rantai pasokan energi membuat kawasan ini kerap menjadi titik panas ketika konflik geopolitik meningkat di Timur Tengah.

Karena itu, keputusan Iran untuk tidak menutup total jalur ini dianggap sebagai langkah yang cukup diperhitungkan.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa hanya kapal-kapal yang berasal dari negara musuh atau pihak yang mendukung agresi terhadap Iran yang akan diblokir.

Pernyataan ini diperkuat oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, yang menyebut bahwa kapal dari negara netral tetap bisa melintas dengan izin resmi dari otoritas militer Iran.

BACA JUGA:Diplomat RI Temui Otoritas Iran Usai 2 Kapal Pertamina Tertahan di Hormuz!

Di tengah konflik yang masih berlangsung, kebijakan ini memberikan sedikit angin segar bagi pasar global.

Kategori :