Konflik Makin Memanas, Donald Trump Kirim Pasukan Baru ke Iran dan Sebut NATO Pengecut, Kenapa?

Sabtu 21 Mar 2026 - 09:18 WIB
Reporter : Yanti D.P
Editor : Yanti D.P

BACAKORAN.CO - Amerika Serikat diketahui sudah mengirim ribuan marinir tambahan ke kawasan Timur Tengah di tengah konflik yang terus memanas dengan Iran.

Ini adalah bagian dari rencana saat Presiden AS Donald Trump menyentil dan kritik keras kepada sekutu-sekutu NATO yang dinilainya enggan terlibat langsung dalam upaya membuka kembali Selat Hormuz.

Tiga pejabat AS membeberkan kepada Reuters bahwa sekitar 2.500 marinir akan dikerahkan bersama kapal serbu amfibi USS Boxer dan sejumlah kapal perang pendamping.

Tapi, mereka tidak menjelaskan secara detail peran pasukan tersebut di kawasan konflik.

BACA JUGA:Donald Trump Panas Dingin, Berjanji Serangan Israel Tak Akan Hantan Iran Lagi, Begini!

BACA JUGA:Kian Memanas, Iran Siapkan Rudal Haj Qasem, AS dan Israel Ketar ketir?

Dua pejabat itu menyebut belum ada keputusan apakah pasukan AS akan dikerahkan langsung ke wilayah Iran.

Disisi lain terungkap bahwa target potensial bisa mencakup wilayah pesisir Iran atau Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak utama negara tersebut.

Trump juga secara terbuka mengecam sekutu-sekutu AS.

Ia menyebut mereka sebagai "pengecut" karena menolak membantu membuka kembali Selat Hormuz di tengah konflik yang, menurutnya, tidak pernah mereka konsultasikan sebelumnya.

BACA JUGA:Selat Hormuz Tetap Dibuka Terbatas, Iran Izinkan Kapal Netral Melintas di Tengah Konflik

BACA JUGA:Diplomat RI Temui Otoritas Iran Usai 2 Kapal Pertamina Tertahan di Hormuz!

Sejumlah sekutu memang menyatakan siap bergabung dalam "upaya yang tepat" untuk memastikan keamanan jalur pelayaran di selat tersebut.

Tapi, negara seperti Jerman dan Prancis menegaskan bahwa pertempuran harus dihentikan terlebih dahulu sebelum langkah itu dilakukan.

Sebelumya Iran pertama kali akan menggunakan rudal Haj Qasem dalam konflik yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat-Israel.

Kategori :