Di sisi lain, langkah Iran ini juga bisa dilihat sebagai strategi diplomasi terselubung.
Dengan tetap membuka akses bagi negara netral, Iran berusaha menjaga hubungan internasional sekaligus menghindari isolasi total di tengah konflik yang sedang berlangsung.
Kesimpulannya, kebijakan Iran membuka Selat Hormuz secara terbatas mencerminkan keseimbangan antara kepentingan militer dan ekonomi global.
Di satu sisi, Iran ingin menunjukkan kekuatan dan kedaulatannya, namun di sisi lain tetap mempertimbangkan dampak luas terhadap pasar energi dunia.
BACA JUGA:Sidang Isbat Awal Syawal 1447 H Digelar 19 Maret, Kemenag Pantau Hilal di 117 Titik!
Ke depan, stabilitas kawasan ini akan sangat bergantung pada perkembangan konflik dan langkah diplomasi yang diambil oleh pihak-pihak terkait.