BACAKORAN.CO - Operator kereta cepat pertama di Asia Tenggara, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), memproyeksikan bahwa puncak arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah akan berlangsung pada periode 28 hingga 30 Maret 2026.
Meskipun saat ini pergerakan penumpang masih relatif landai, KCIC memperkirakan lonjakan signifikan akan terjadi menjelang akhir Maret.
Hal ini sejalan dengan karakteristik pengguna yang cenderung melakukan reservasi tiket mendekati waktu keberangkatan.
Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti, menjelaskan bahwa pola pembelian tiket kereta cepat Whoosh memiliki keunikan tersendiri.
BACA JUGA:Wacana Belajar di Rumah Mulai April 2026, Pemerintah Pastikan Pendidikan Tak Terganggu!
BACA JUGA:Dikritik Jadikan Eks Menag Yaqut Cholil Tahanan Rumah, KPK Ungkap Pihak yang Minta Hal Tersebut!
Mayoritas calon penumpang lebih memilih mengamankan kursi pada hari keberangkatan (H) atau satu hari sebelumnya (H-1).
“Saat ini peningkatan memang belum terlihat secara drastis. Namun, berdasarkan tren perilaku konsumen kami, lonjakan volume penumpang akan mulai terasa secara masif menjelang akhir Maret,” ujar Emir di Stasiun Halim, Jakarta Timur, Senin (23/3/2026).
Berdasarkan proyeksi internal, KCIC memperkirakan volume penumpang selama periode puncak arus balik akan mencapai 21.000 hingga 25.000 orang per hari.
Jika estimasi ini terealisasi, maka total pergerakan masyarakat menggunakan moda transportasi rel cepat ini dalam tiga hari puncak tersebut diprediksi lebih dari 70.000 orang.
BACA JUGA:Ultimatum 48 Jam Trump ke Iran: Selat Hormuz Terancam Ditutup Total, Dunia Waspada Krisis Energi
BACA JUGA:Hunian Sementara Aceh Tamiang: Solusi Cepat Pemulihan Pascabencana yang Humanis dan Modern
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, KCIC telah menyiapkan kapasitas operasional yang mumpuni.
Sebanyak 62 perjalanan Whoosh dioperasikan setiap harinya, dengan total ketersediaan hingga 37.000 tempat duduk.
“Dengan ketersediaan kursi yang mencapai 37.000 per hari, kami optimistis seluruh kebutuhan mobilisasi masyarakat selama arus balik tetap terakomodasi dengan nyaman dan aman,” pungkas Emir.