BACAKORAN.CO - Konflik antara Iran dan Israel kembali memanas setelah serangan udara terbaru menghantam Tel Aviv.
Serangan ini terjadi di tengah klaim Amerika Serikat yang menyebut tengah membuka jalur dialog dengan Teheran untuk meredakan ketegangan.
Serangan Iran ke Tel Aviv ini langsung memicu perhatian dunia internasional.
Di saat harapan akan deeskalasi konflik mulai muncul, justru gelombang serangan baru memperlihatkan bahwa situasi di kawasan Timur Tengah masih jauh dari kata stabil.
Serangan Iran ke Tel Aviv juga menjadi sinyal kuat bahwa konflik regional kini memasuki fase yang semakin kompleks.
BACA JUGA:Percepatan Kopdes Merah Putih: Strategi Baru Pemerintah Perkuat Ekonomi Desa
Ketegangan tidak hanya melibatkan dua negara, tetapi juga berdampak luas pada kawasan sekitar hingga pasar global.
Serangan rudal yang diluncurkan Iran dilaporkan menghantam beberapa titik strategis di Tel Aviv.
Asap tebal terlihat membumbung tinggi di langit kota setelah ledakan terjadi di sejumlah lokasi.
Menurut laporan media setempat, setidaknya empat titik terdampak telah diidentifikasi.
Puing-puing bangunan berserakan di jalanan, sementara beberapa kendaraan terlihat rusak parah, bahkan ada yang terbalik akibat kuatnya ledakan.
Tim penyelamat dari Magen David Adom langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.
Juru bicara layanan darurat, Zaki Heller, menyebutkan bahwa sedikitnya enam orang mengalami luka ringan dalam insiden tersebut.
Hingga saat ini, proses pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan.