Petugas darurat bekerja cepat untuk memastikan tidak ada korban yang tertimbun reruntuhan.
Beberapa area di Tel Aviv juga langsung diamankan oleh aparat keamanan guna menghindari potensi serangan lanjutan.
Aktivitas warga pun sempat terganggu, dengan banyak orang memilih berlindung di tempat aman.
Menariknya, serangan ini terjadi hanya beberapa waktu setelah Amerika Serikat mengklaim tengah membuka jalur komunikasi dengan Iran untuk mengakhiri konflik.
Namun, serangan terbaru ini justru menunjukkan bahwa upaya diplomasi belum mampu meredakan ketegangan.
Situasi ini memperlihatkan adanya jurang besar antara upaya dialog dan realitas di lapangan.
BACA JUGA:Apakah Bansos Maret 2026 Masih Ada? Berikut Jadwal dan Cara Cek Penerimanya!
Sejak pecahnya konflik besar pada akhir Februari 2026, dampaknya terus meluas ke berbagai negara di kawasan Timur Tengah. Iran dilaporkan telah melancarkan serangan drone dan rudal ke sejumlah wilayah, termasuk:
- Israel
- Yordania
- Irak
- Negara-negara Teluk
Serangan ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga merusak infrastruktur penting dan mengganggu stabilitas kawasan.
BACA JUGA:Berkaca dari Yaqut, Keluarga Noel Ebenezer Ajukan Pengalihan Tahanan Rumah
Laporan terbaru menyebutkan bahwa konflik ini telah menewaskan lebih dari 1.300 orang.
Salah satu korban paling signifikan adalah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan sebelumnya.