DOMPU, BACAKORAN.CO – Sebuah insiden pengeroyokan terhadap anggota Brimob di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), sempat memicu keresahan warga.
Namun, kasus yang melibatkan sekelompok pemuda asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya berujung damai setelah ditempuh jalur kekeluargaan.
Kronologi Insiden
Peristiwa terjadi pada Selasa (24/3/2026) malam. Saat itu, seorang anggota Brimob menegur sekelompok pemuda yang tengah membuat keributan dalam kondisi mabuk.
BACA JUGA:Brutal! Ini Kronologi Dua Debt Collector Dikeroyok di Kalibata: Satu Tewas di Lokasi
Bukannya mereda, teguran tersebut justru memicu amarah.
Para pemuda kemudian menyerang dan mengeroyok anggota Brimob tersebut.
Situasi sempat memanas, namun aparat keamanan segera bertindak cepat dengan mengamankan para pelaku.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah konflik meluas yang bisa mengganggu ketertiban masyarakat di Dompu.
Proses Mediasi
Sehari setelah kejadian, tepatnya Rabu (25/3/2026), pihak kepolisian bersama tokoh masyarakat dan keluarga kedua belah pihak menggelar mediasi.
BACA JUGA:Kasus Ariyanto di Kota Tual: Oknum Brimob Jadi Tersangka, Warga Tuntut Keadilan!
Dalam pertemuan tersebut, anggota Brimob yang menjadi korban menunjukkan sikap besar hati dengan membuka pintu maaf.
Ia sepakat menyelesaikan permasalahan melalui jalur kekeluargaan.
Kesepakatan damai ini disambut baik oleh masyarakat setempat.
Selain meredakan ketegangan, langkah tersebut juga menjadi contoh bahwa penyelesaian konflik bisa dilakukan tanpa harus berujung panjang di ranah hukum.
Pesan Perdamaian
BACA JUGA:Tragis! 4 Fakta Kasus Kematian Arianto Tawakal, Oknum Brimob MS Kini Ditahan