BACAKORAN.CO – Program hilirisasi kembali jadi sorotan setelah Bahlil Lahadalia mengungkap adanya 13 proyek hilirisasi baru dengan total investasi mencapai Rp239 triliun yang segera masuk tahap finalisasi.
Bahlil menjelaskan langkah ini mempertegas komitmen pemerintah dalam mempercepat hilirisasi sebagai motor penggerak ekonomi nasional.
Dalam perkembangan terbaru, proyek hilirisasi tidak hanya fokus pada peningkatan nilai tambah sumber daya alam, tetapi juga menjadi bagian penting dalam strategi besar menuju ketahanan energi nasional.
Pemerintah terus mendorong hilirisasi agar memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, hingga daya saing global.
BACA JUGA:Pemudik Wajib Tahu Jadwal One Way Arus Balik Lebaran 2026, Catat Rutenya untuk Atasi Kemcetan!
Dengan nilai fantastis Rp239 triliun, proyek hilirisasi ini diproyeksikan menjadi katalis baru bagi transformasi industri Indonesia.
Hilirisasi kini tidak lagi sekadar wacana, melainkan masuk fase konkret yang akan segera dirasakan dampaknya oleh masyarakat luas.
Percepatan Hilirisasi Masuk Tahap Final
Bahlil menyampaikan bahwa dari total program yang berjalan, sebagian proyek tahap awal sudah memasuki fase groundbreaking.
Sementara sisanya akan mulai berjalan dalam waktu dekat.
“Kemudian kita tambah lagi ada 13 item hilirisasi yang total investasinya kurang lebih sekitar Rp239 triliun dan akan kita bahas finalisasi,” ujar Bahlil usai rapat di Hambalang, Bogor.
Percepatan hilirisasi ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam dalam negeri agar tidak lagi diekspor dalam bentuk mentah.
Dengan hilirisasi, nilai ekonomi bisa meningkat signifikan.
Arah Energi Baru dan Transisi Nasional
Selain hilirisasi, pemerintah juga memperkuat strategi energi alternatif. Arahan langsung dari menekankan pentingnya optimalisasi seluruh potensi energi domestik.
“Bapak Presiden memerintahkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi-potensi energi yang ada di kita, baik itu etanol, baik itu biodiesel dari CPO-CPO, termasuk kita bagaimana mendorong agar transisi energi lewat energi baru terbarukan juga kita bisa kita lakukan,” imbuh Bahlil.