TORAJA UTARA, BACAKORAN.CO – Kasus dugaan pengeroyokan yang melibatkan lima oknum TNI dan satu anggota polisi di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, tengah menjadi sorotan publik.
Peristiwa yang terjadi di Kafe Valeri, Jalan Pongtiku, Rantepao, pada Rabu (1/4/2026) malam ini bukan hanya menimbulkan korban luka, tetapi juga memicu perhatian serius dari institusi terkait.
Kronologi Kejadian di Kafe Valeri
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat seorang pria dikeroyok oleh sejumlah pria bertubuh kekar.
BACA JUGA:Terbongkar! 4 Oknum TNI Diduga Dalang Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Aksi kekerasan itu bahkan menggunakan kursi dan meja sebagai alat untuk menyerang.
Seorang wanita yang berusaha melerai justru ikut menjadi korban pukulan.
Menurut keterangan saksi yang dibagikan di Facebook, insiden bermula dari permintaan seorang oknum TNI yang meminta minuman dari meja pengunjung.
Karena tidak direspons, situasi berubah menjadi keributan yang berujung pengeroyokan.
Korban dan Laporan Polisi
Sedikitnya empat orang menjadi korban dalam insiden ini, terdiri dari dua pria dan dua wanita.
BACA JUGA:Viral! Oknum TNI Ditangkap Usai Transaksi Narkoba di Jaktim
Mereka mengalami luka di kepala serta sekujur tubuh. Laporan resmi telah diterima oleh pihak kepolisian setempat.
Kasi Propam Polres Toraja Utara, Iptu Damianus, menegaskan bahwa pihaknya sedang mendalami kasus tersebut.
“Untuk sementara kita sudah terima laporan dan sementara kita lidik. Jika terbukti, pelaku akan diproses pidana,” ujarnya.
Tindakan dari Pihak TNI
Komandan Kodim 1414 Tana Toraja, Letkol Inf Armal, mengonfirmasi bahwa lima anggota TNI telah diamankan.
“Anggota yang terlibat sudah kita amankan dan akan kita naikkan kasusnya ke POM TNI. Sejauh mana keterlibatan masing-masing masih didalami,” jelasnya.