BACAKORAN.CO - Isu kebijakan harga BBM 2026 terus menjadi perhatian publik di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Kebijakan harga BBM 2026 yang sempat memicu kekhawatiran kini menuai beragam reaksi dari masyarakat.
Banyak pihak menilai keputusan ini tidak bisa dilepaskan dari kondisi pasar energi dunia yang sedang bergejolak.
Dalam perkembangan terbaru, kebijakan harga BBM 2026 dinilai sangat dipengaruhi oleh dinamika harga minyak global.
BACA JUGA:Gunung Dukono Erupsi usai Gempa, Abu Vulkanik Capai 4.000 Meter Gegerkan Halmahera Utara
Ketegangan geopolitik serta gangguan pasokan energi menjadi faktor utama yang membuat harga minyak dunia sulit dikendalikan.
Situasi ini membuat kebijakan harga BBM 2026 menjadi isu yang kompleks dan penuh tantangan.
Menurut Arcandra Tahar, kebijakan harga BBM 2026 tidak sepenuhnya berada dalam kendali Indonesia.
Ia menegaskan bahwa dalam struktur industri energi global, Indonesia tetap mengikuti mekanisme harga pasar internasional.
BACA JUGA:Bos Rokok HS Mangkir KPK, Jejak Koper Rp5 Miliar di Kasus Cukai Rokok Terbongkar?
Harga Minyak Dunia Jadi Faktor Penentu
Arcandra menjelaskan bahwa asumsi harga minyak dalam APBN 2026 berada di kisaran USD70 per barel.
Namun, realita di pasar menunjukkan harga minyak saat ini sudah berada di kisaran USD90 hingga USD100 per barel.
Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan besar akibat ketidakstabilan geopolitik global.
Ketika harga minyak melonjak, otomatis beban negara dalam menjaga stabilitas harga energi domestik ikut meningkat.