Ia juga mendorong Dewan Keamanan PBB bersidang dan mengeluarkan resolusi jelas, sebagaimana pernah dilakukan saat insiden Atambua tahun 2000.
BACA JUGA:Makin Gacor, 5 List Negara yang Sudah Bisa Akses QRIS, Liburan Makin Asik!
"PBB tidak boleh pilih kasih dan menggunakan standar ganda. Sebagaimana yang dilakukan Presiden Prabowo, secara pribadi, saya juga merasa punya kewajiban moral untuk ikut memperjuangkan keadilan bagi prajurit-prajurit TNI yang menjadi korban di Libanon ini," katanya.
SBY kemudian mengenang inisiatifnya saat menjabat Presiden RI, mengusulkan pengiriman satu batalyon plus Indonesia ke Lebanon pada 2006. Sejak itu, sudah 19 kali kontingen Garuda bertugas di sana.
"Sebagai seorang sesepuh dan senior TNI, saya sampaikan kepada para prajurit Kontingen Garuda XXIII/S yang masih berada di Libanon untuk tetap bersemangat dalam mengemban tugas mulia. Do your best dan jaga diri baik-baik. Keluarga yang mencintai kalian menunggu kehadiran kembali di Tanah Air," katanya.