“Kendati sudah diperlihatkan bukti WA Group arisan kepada penyidik, bahwa uang arisan milik banyak orang, tapi tidak digubris oleh penyidik,” ujarnya.
BACA JUGA:Heboh! Donald Trump Dikabarkan Dirawat, Gedung Putih Buka Suara
Menurut Sahali, tindakan tersebut merupakan upaya framing terhadap Ono Surono.
“Ini bagi kami sekadar upaya framing penyidik-penyidik tertentu terhadap Kang Ono Surono sehingga harus terpaksa menyita barang-barang yang tidak ada kaitan sama sekali,” ucap dia.
Menanggapi tudingan itu, KPK membantah keras adanya intimidasi maupun pemaksaan.
“Kami perlu tegaskan bahwa CCTV itu dimatikan oleh pihak keluarga. Ya, dan di situ juga tidak ada paksaan, dilakukan dengan sukarela,” kata Budi Prasetyo.
BACA JUGA:Viral! Motor Terbakar Usai isi Bensin di SPBU Tegalsari, Petugas Tolak Pinjamkan APAR: Mahal
BACA JUGA:Tragis! Tuan Rumah Tewas Dibacok Preman di Purwakarta Usai Tak Berikan Uang Miras
Ia menambahkan bahwa penggeledahan berjalan lancar, pihak keluarga bersikap kooperatif, dan tidak ada intervensi sebagaimana narasi yang berkembang di masyarakat.
“Tidak ada intervensi sebagaimana narasi-narasi yang berkembang di masyarakat,” ujarnya.
Budi juga menegaskan bahwa penyidik tidak melakukan intimidasi terhadap istri Ono Surono.
“Tidak ada, ya. Kegiatan penggeledahan berjalan dengan lancar, dengan baik,” ucap dia.
BACA JUGA:Makin Gacor, 5 List Negara yang Sudah Bisa Akses QRIS, Liburan Makin Asik!
Kasus ini sendiri bermula dari dugaan praktik suap ijon proyek yang dilakukan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang bersama ayahnya, HM Kunang, melalui pihak swasta bernama Sarjan.