Laurel Rapp, pakar dari lembaga Chatham House, menegaskan bahwa pencarian ini merupakan misi krusial. Penangkapan tentara hidup-hidup akan memberikan Iran alat tawar-menawar geopolitik tingkat tinggi.
"Jika gambar-gambar itu muncul, itu akan sangat mengubah pandangan dari sudut pandang Amerika," ujar Laurel Rapp seperti dikutip BBC.
Agresi Berdarah di Wilayah Kohgiluyeh
Keputusasaan AS setelah peristiwa Iran tembak jatuh jet tempur AS terlihat makin beringas pada Minggu (5/4).
Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa skuadron udara AS membombardir sejumlah lokasi di Kohgiluyeh, Iran.
Serangan sporadis ini diyakini menyasar tempat persembunyian pilot F-15 dan A-10 Warthog yang disandera.
Berdasarkan sumber militer lokal, AS dituding menutupi kebenaran, dan Iran enggan membuka mulut terkait status tahanan pilot tersebut.
Rangkaian konflik Iran Amerika ini adalah buah dari ketegangan panjang usai gempuran AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu.
BACA JUGA:Serangan Iran ke Tel Aviv Memanas, Konflik Timur Tengah Kian Membara di Tengah Isu Dialog Damai
Iran membalasnya dengan menyebar teror drone dan rudal ke wilayah Israel, Yordania, Irak, hingga merusak fasilitas negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS.