BACAKORAN.CO - Presiden Donald Trump bersumpah pasukan Amerika Serikat mampu menghancurkan seluruh wilayah Iran hanya dalam satu malam.
"Seluruh negara itu bisa dilumpuhkan dalam satu malam, dan malam itu bisa saja terjadi besok malam," ujar Trump kepada wartawan dikutip Bacakoran.co dari CNN Indonesia, Selasa (7/4/2026).
Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan mereka sedang mencari pihak yang membocorkan informasi mengenai pilot AS yang berhasil diselamatkan dari Iran pekan lalu setelah pesawatnya ditembak jatuh.
Kemudian menjelaskan misi penyelamatan kedua untuk seorang personel militer AS yang hilang melibatkan 155 pesawat, yaitu empat pesawat pengebom, 64 jet tempur, serta 48 pesawat pengisian bahan bakar di udara
BACA JUGA:Iran Minta Penjelasan Arab Saudi dan UEA Usai Drone China Ditembak Jatuh
BACA JUGA:Kembali Memanas, Rudal Iran Tembus Iron Dome Israel, Kota Haifa Terguncang!
Sebelumnya upaya terbaru untuk meredakan konflik di Timur Tengah kembali temui jalan buntu setelah Iran dilaporkan menolak proposal gencatan senjata selama 48 jam yang diajukan oleh Amerika Serikat.
Penolakan Iran ini muncul di tengah meningkatnya intensitas serangan militer dan memburuknya situasi keamanan di kawasan.
Menurut laporan kantor berita semi-resmi Fars News Agency pada Jumat (3/4/2026).
Berdasarkan proposal tersebut disampaikan kepada Teheran melalui sebuah negara yang disebut sebagai "bersahabat" pada Kamis.
BACA JUGA:Presiden Macron Tolak Ribut dengan Iran, Kapal Prancis Melenggang Aman di Selat Hormuz!
BACA JUGA:Selat Hormuz Dibuka Lagi! Kapal Barat Pertama Nekat Melintas di Tengah Ancaman Iran
Kemudian media tersebut mengutip sumber yang mengetahui proses tersebut.
Dilansir Bacakoran.co dari CNBC Indonesia, sumber ini juga menambahkan bahwa Washington meningkatkan upaya diplomatik untuk mengamankan gencatan senjata.
Terutama setelah serangan Iran menargetkan "depot pasukan militer" Amerika Serikat di Pulau Bubiyan, Pulau Bubiyan, yang berada di wilayah Kuwait.