Ngeri, Negosiasi Tak Kunjung Deal, Donald Trump Bersumpah Hancurkan Iran dalam Satu Malam!

Selasa 07 Apr 2026 - 20:26 WIB
Reporter : Yanti D.P
Editor : Yanti D.P

Penilaian yang beredar menyebut proposal tersebut diajukan setelah krisis di kawasan meningkat dan muncul "masalah serius" untuk pasukan AS ini "kesalahan perhitungan" Washington terhadap kemampuan militer Iran.

BACA JUGA:Sempat Ngotot Izin Melintas, Kini Amerika Serikat Sebut Tak Butuh Selat Hormuz, Kenapa?

BACA JUGA:Kapal Tanker Malaysia Bebas Tol di Selat Hormuz, Ini Penjelasan Pemerintah

Laporan itu juga menyebut bahwa respons Iran terhadap tawaran tersebut tidak diberikan secara tertulis, melainkan melalui kelanjutan serangan di medan tempur.

Sebelumya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump seperti meremehkan ketergantungan AS pada Selat Hormuz dalam pidato terbarunya membahas perang Iran.

Trump mengklaim bahwa AS "tidak membutuhkan" Selat Hormuz yang adalah bagian dari jalur perairan penting bagi pasokan energi global.

Selat Hormuz, yang juga jalur perairan strategis untuk pasokan minyak dan gas global terdampak oleh perang berkelanjutan antara AS dan Israel melawan Iran.

Aktivitas perlintasan di jalur perairan penting itu telah secara efektif dibatasi sejak awal Maret lalu.

BACA JUGA:Kapal Tanker Malaysia Bebas Tol di Selat Hormuz, Ini Penjelasan Pemerintah

BACA JUGA:Meski Selat Hormuz Ditutup, Trump Bersedia Stop Perang dan Berdamai dengan Iran, Kenapa?

Namun Trump, seperti dilansir CNN, Kamis (2/4/2026), mengatakan bahwa AS tidak begitu membutuhkan Selat Hormuz.

Amerika Serikat hampir tidak mengimpor minyak melalui Selat Hormuz dan tidak akan mengimpornya dari sana di masa mendatang. Kita tidak membutuhkannya," kata Trump dalam pidato terbarunya membahas perang melawan Iran yang disampaikan di Gedung Putih pada Rabu (1/4) malam.

Dengan mencatat bahwa AS merupakan pemimpin dunia dalam produksi minyak dan gas, Trump mengklaim negaranya terlindungi dari guncangan pasokan yang dipicu oleh perang.

Pernyataan itu, sebut CNN, akan sulit diterima oleh banyak warga AS karena mereka merasakan dampak kenaikan harga bensin yang melampaui US$ 4 per galon untuk pertama kalinya sejak tahun 2022.

BACA JUGA:Tak Kunjung Kantongi Izin Melintas, AS Sesumbar Siap Kendalikan Selat Hormuz, Gertakan?

BACA JUGA:Tak Kunjung Kantongi Izin Melintas, AS Sesumbar Siap Kendalikan Selat Hormuz, Gertakan?

Kategori :