Lebih Bejat dari Malin Kundang, Ibu di Lahat Sumsel Dimutilasi Anak Sendiri, Gegara Judol

Rabu 08 Apr 2026 - 12:36 WIB
Reporter : Deby Tri
Editor : Deby Tri

Di dalam lubang galian, mereka menemukan tiga karung plastik berisi potongan tubuh manusia.

Temuan ini langsung memicu respons cepat dari pihak kepolisian. Tim Inafis Polres Lahat bersama personel Polsek Pulau Pinang terjun langsung ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara sekaligus mengevakuasi jenazah ke RSUD Lahat untuk proses autopsi.

BACA JUGA:Tragis! Pemuda di Siak Tega Habisi Nenek Demi Belikan Motor Baru untuk Pacar

Respons Cepat Polisi Tangkap Pelaku Kurang dari 24 Jam

Polisi bergerak amat sigap pasca-penemuan jasad tersebut. Tidak butuh waktu lama, terduga pelaku A.F berhasil ditangkap oleh tim gabungan.

Keberhasilan mengungkap misteri anak mutilasi ibu di Lahat ini patut mendapat apresiasi tinggi karena penegak hukum bertindak sistematis dalam waktu sangat singkat.

Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto melalui Kasat Reskrim, AKP Muhammad Ridho Pradani, S.Pd, SH, membenarkan bahwa pelaku kini sudah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.

“Modus dan motif masih terus didalami oleh penyidik. Pelaku merupakan anak kandung korban sendiri,” tegas AKP Muhammad Ridho Pradani, Rabu (8/6/2026).

Polres Lahat terus mendalami latar belakang pasti kejadian berdarah ini demi melengkapi berkas perkara.

BACA JUGA:Gegara Beda Atribut, Pemuda di Ngawi Dikeroyok Rombongan Silat saat Antar Sang Ibu

“Pelaku sudah kita amankan kurang dari 24 jam. Untuk motif masih kita dalami, agar dapat mengungkap kronologi dan latar belakang kejadian secara utuh,” ujar AKP Muhammad Ridho Pradani, Rabu (8/6/2026).

Motif Judi Slot Jadi Pemicu Tragedi Berdarah

Dari hasil penyelidikan awal, A.F diketahui nekat menghabisi nyawa ibunya sendiri akibat kondisi psikologis yang terganggu oleh kecanduan parah terhadap judi slot.

Pihak kepolisian masih mengusut tuntas keterkaitan motif desakan ekonomi akibat judi online dengan tindak pidana fatal ini.

Untuk menjaga kondusivitas di tengah masyarakat, polisi meminta publik agar tidak mudah terpancing narasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Kepada masyarakat, kita imbau untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi, sembari menunggu hasil resmi penyelidikan,” tambahnya.

BACA JUGA:WFH Tidak Optimal untuk Hemat Energi, ASN di Jepara Tetap Wajib Ngantor!

Saat ini, situasi di Desa Karang Dalam dilaporkan sudah berangsur aman dan kondusif.

Kategori :