Terbaru, Iran dan Amerika Serikat Sepakat Gencatan Senjata Bersyarat Selama 2 Minggu, Selat Hormuz Dibuka?

Rabu 08 Apr 2026 - 15:13 WIB
Reporter : Yanti D.P
Editor : Yanti D.P

Menurut laporan kantor berita semi-resmi Fars News Agency pada Jumat (3/4/2026).

Berdasarkan proposal tersebut disampaikan kepada Teheran melalui sebuah negara yang disebut sebagai "bersahabat" pada Kamis.

BACA JUGA:Presiden Macron Tolak Ribut dengan Iran, Kapal Prancis Melenggang Aman di Selat Hormuz!

BACA JUGA:Selat Hormuz Dibuka Lagi! Kapal Barat Pertama Nekat Melintas di Tengah Ancaman Iran

Kemudian media tersebut mengutip sumber yang mengetahui proses tersebut.

Dilansir Bacakoran.co dari CNBC Indonesia, sumber ini juga menambahkan bahwa Washington meningkatkan upaya diplomatik untuk mengamankan gencatan senjata.

Terutama setelah serangan Iran menargetkan "depot pasukan militer" Amerika Serikat di Pulau Bubiyan, Pulau Bubiyan, yang berada di wilayah Kuwait.

Penilaian yang beredar menyebut proposal tersebut diajukan setelah krisis di kawasan meningkat dan muncul "masalah serius" untuk pasukan AS ini "kesalahan perhitungan" Washington terhadap kemampuan militer Iran.

BACA JUGA:Sempat Ngotot Izin Melintas, Kini Amerika Serikat Sebut Tak Butuh Selat Hormuz, Kenapa?

BACA JUGA:Kapal Tanker Malaysia Bebas Tol di Selat Hormuz, Ini Penjelasan Pemerintah

Laporan itu juga menyebut bahwa respons Iran terhadap tawaran tersebut tidak diberikan secara tertulis, melainkan melalui kelanjutan serangan di medan tempur.

Sebelumya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump seperti meremehkan ketergantungan AS pada Selat Hormuz dalam pidato terbarunya membahas perang Iran.

Trump mengklaim bahwa AS "tidak membutuhkan" Selat Hormuz yang adalah bagian dari jalur perairan penting bagi pasokan energi global.

Selat Hormuz, yang juga jalur perairan strategis untuk pasokan minyak dan gas global terdampak oleh perang berkelanjutan antara AS dan Israel melawan Iran.

Aktivitas perlintasan di jalur perairan penting itu telah secara efektif dibatasi sejak awal Maret lalu.

BACA JUGA:Kapal Tanker Malaysia Bebas Tol di Selat Hormuz, Ini Penjelasan Pemerintah

Kategori :