BACAKORAN.CO - Pernyataan Jusuf Kalla (JK) soal polemik ijazah Presiden Jokowi kembali memanaskan ruang publik.
Menurut JK, cara paling sederhana untuk menghentikan kontroversi ini adalah dengan menunjukkan ijazah asli.
Dengan begitu, kasus bisa segera clear dan masyarakat tidak lagi terjebak dalam perdebatan panjang.
Isu ijazah memang sudah lama bergulir dan kerap muncul kembali di tengah dinamika politik.
Publik pun terbelah antara yang menganggapnya sekadar isu liar dan yang menuntut bukti konkret dan kehadiran suara JK membuat desakan agar kasus ini segera dituntaskan semakin kuat.
“Saya yakin Pak Jokowi punya ijazah asli. Kita stop, lah, ini perkara dengan cara tinggal Pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya yang asli,” kata JK di Gedung Bareskrim Polri di Jakarta, dilansir Bacakoran.co dari Tempo.co, Sabtu (11/4/2026).
Ia juga menyatakan perkara itu menimbulkan konflik horizontal berupa perpecahan di masyarakat.
“Tinggal dikasih lihat masyarakat saja selesai. Selesai lah bulan ini menunjukkan ijazah. Saya yakin dan pasti Pak Jokowi tidak menginginkan sebagaimana Presiden tidak menginginkan masyarakatnya pecah belah karena soal kecil ini,” tuturnya.
BACA JUGA:Sempat Yakini Ijazah Palsu, Kini Rismon Sianipar Temui Jokowi ke Solo dan Minta Maaf!
BACA JUGA:Terus Berlanjut, Roy Suryo Yakin Ijazah Presiden Jokowi Palsu dan Sebut Watermark UGM Sulit Ditiru!
Sebelumnya di kasus ini Rismon Hasiholan Sianipar ucap permintaan maaf kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) terkait tudingan ijazah palsu S1 Universitas Gadjah Mada (UGM).
Permintaan maaf ini disampaikan langsung oleh Rismon saat menemui Jokowi di kediamannya di Sumber, Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/3/2026).
Rismon telah menemui Jokowi setelah mengajukan permohonan restorative justice (RJ) ke Polda Metro Jaya.