Misteri Pembobolan Bank Jambi Rp143 Miliar Belum Terungkap, Saldo Hilang hingga Nasabah Harus Antre Subuh!

Minggu 19 Apr 2026 - 11:01 WIB
Reporter : Aini
Editor : Agung

BACAKORAN.CO – Misteri pembobolan Bank Jambi senilai Rp143 miliar masih menjadi mimpi buruk bagi ribuan nasabah yang hingga kini belum mendapatkan kepastian hukum.

Kasus peretasan sistem perbankan daerah ini secara masif menyebabkan kelumpuhan layanan, memaksa warga antre berjam-jam sejak subuh hanya untuk menarik sisa gaji bulanan mereka.

Keterlambatan rilis hasil audit forensik dari pihak kepolisian membuat publik semakin mempertanyakan integritas sistem keamanan dan siapa dalang sesungguhnya di balik lenyapnya ratusan miliar dana nasabah tersebut.

Penyelidikan Polisi Alami Jalan Buntu?

Kasus peretasan dan pencurian dana nasabah Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi senilai Rp 143 miliar hingga kini belum menemui titik terang yang solutif.

BACA JUGA:China Mulai Gerah Soal Langit Indonesia Bebas Dilintasi Pesawat Amerika, Ingatkan Soal Piagam ASEAN

Sejak kejadian nahas pada Minggu (22/2/2026), publik dan nasabah dibiarkan menunggu dalam ketidakpastian.

Pihak manajemen Bank Jambi melalui kuasa hukumnya, Ihsan Hasibuan, memang telah melaporkan skandal perbankan ini ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi pada Senin (23/2/2026).

Namun, hingga awal bulan April, proses penegakan hukum terkesan berjalan sangat lambat.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi Kombes Pol Taufik Nurmandia memberikan keterangan yang sangat singkat terkait progres kasus ini.

"Kita masih menunggu hasil audit forensik," ungkap Taufik dikutip Bacakoran dari Kompas.com.

BACA JUGA:Natalius Pigai Soal Laporan Polisi ke Fery Amsari : Bukan Ahli Petanian, Tidak Perlu Ditanggapi

Di sisi lain, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Jambi, Zulfikar, masih memilih bungkam dan belum memberikan tanggapan resmi mengenai hasil audit internal perusahaannya.

Layanan Lumpuh dan Derita Nasabah Antre Subuh

Bagi kamu yang mempercayakan penyimpanan dana di institusi tersebut, kekacauan sistemik ini tentu menjadi pukulan telak.

Terbukti, sistem layanan perbankan belum sepenuhnya pulih meski sudah lebih dari satu bulan pasca peretasan terjadi.

Kategori :