Transaksi paling mendasar seperti penarikan uang tunai kini berubah menjadi sebuah kemewahan yang sulit dicapai.
Nasabah di berbagai daerah mengeluhkan kondisi mesin anjungan tunai mandiri yang selalu kehabisan uang.
BACA JUGA:Guru Besar Bukan Hanya Pengembang Teori Tetapi Arsitek Peradaban, UIN Raden Fatah Tambah 4 Profesor
Adi, salah satu nasabah yang menjadi korban kelumpuhan sistem, menceritakan penderitaannya.
"Sejak kemarin saya antre berjam-jam hanya untuk narik gaji," kata Adi pada Sabtu (4/4/2026).
Dirinya terpaksa menghabiskan waktu berpindah-pindah lokasi hanya demi menyambung hidup keluarganya.
"Akhirnya saya ke ATM di Kotabaru, itu pun saya cuma bisa tarik Rp3 juta, kan harusnya maksimal Rp5 juta. Ya sama, ternyata isi ATMnya habis juga," tambahnya dengan nada sangat kecewa melihat keuangan bank.
Krisis Kepercayaan Tergambar Jelas di Media Sosial X
Penderitaan nasabah tidak hanya terasa di dunia nyata, tetapi juga menggema kuat di ruang publik digital.
Berdasarkan pantauan langsung dari platform media sosial X (Twitter), banyak pengguna yang meluapkan keputusasaan mereka.
Akun pengguna bernama @Revaadinda01 pada 9 jam yang lalu, mencuitkan kondisi pilu rekan-rekannya merespons akun @MrOngDedy.
BACA JUGA:Dipaksa Bungkam! Kasus Pelecehan Grup WA Alumni Trenmatika Viral, Korban: Aku Hapus Takedown Dulu
"Bener bg, bulan puasa kemarin. Temen2 saya semua pada susah ambil uang, mana mau lebaran. Ada yg saldonya tiba2 hilang, login aplikais ngk bisa2. Bahkan mereka antri habis sahur," tulisnya.
Kondisi aparatur negara juga tak luput dari imbas negatif ini.
Pengguna akun Chavez @ohmykinich, menyoroti nasib abdi negara.
"Betul itu, pegawai ASN di Jambi kesulitan ambil gaji bulanan. Bahkan ada yg belum dapat gajinya sampai sekarang sejak bulan puasa," balasnya.
Krisis ini bahkan memunculkan pandangan baru dari netizen terkait strategi mitigasi keuangan personal.