Viral Skandal Pelecehan Seksual di Klinik UNRI, Mahasiswi Bongkar Modus Bejat Dokter Cabul Inisial LH

Senin 27 Apr 2026 - 13:01 WIB
Reporter : Riza
Editor : Harry

BACAKORAN.CO - Kasus dugaan pelecehan seksual kembali mengguncang dunia pendidikan, kali ini melibatkan seorang oknum dokter inisial LH di klinik Universitas Riau.

Isu dokter cabul klinik UNRI ini meledak dan menjadi perbincangan hangat di platform media sosial X setelah sejumlah korban berani bersuara membongkar tindakan biadab tersebut.

Skandal pelecehan ini menjadi sorotan tajam publik karena pelaku menggunakan dalih pemeriksaan medis untuk melancarkan aksi tidak senonoh terhadap mahasiswi yang sedang sakit dan membutuhkan pertolongan.

Berdasarkan pantauan langsung dari media sosial X, informasi ini pertama kali mencuat luas melalui unggahan akun pengguna cmongoonjstdoit pada tanggal 26 April 2026.

BACA JUGA:Dokter Klinik UNRI Diduga Lakukan Pelecehan Seksual terhadap Mahasiswi hingga Dosen: Bukti Foto Tersebar

Cuitan yang telah menembus 68 ribu tayangan tersebut membeberkan rentetan bukti tangkapan layar percakapan dari para korban.

Dalam unggahannya, akun tersebut memaparkan kejadian tragis yang menimpa saudaranya sendiri pada 23 April pukul 10 pagi, saat korban berniat memeriksakan keluhan sakit perut ke klinik kampus.

Kasus pelecehan seksual mahasiswa UNRI ini mengundang reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat dan aktivis perempuan.

Akun X SistersInDanger turut memaparkan pola kejahatan pelaku secara gamblang.

BACA JUGA: Update Kasus Little Aresha Yogyakarta: 13 Pengelola Resmi Jadi Tersangka, Polisi Bongkar Motif Kekerasan...

Mengutip langsung dari cuitan akun SistersInDanger, pelaku diduga melakukan "Sentuhan tidak senonoh saat memeriksa pasien menggunakan stetoskop yang sengaja melenceng ke area dada, perut bawah, atau payudara tanpa alasan medis yang jelas."

Awal Mula Utas Viral Di Media Sosial

Melihat pola kasus pelecehan dokter UNRI ini, kamu mungkin akan terheran-heran dengan keberanian pelaku yang melancarkan aksinya di dalam fasilitas kesehatan resmi kampus.

Berdasarkan kesaksian tertulis dari tangkapan layar yang dibagikan, dokter tersebut sering mengajak pasiennya menebak-nebak hal yang tidak relevan dengan keluhan fisik, bahkan menanyakan status hubungan asmara hingga menebak alamat rumah indekos korban.

Percakapan manipulatif ini membuat pasien berada di dalam ruang periksa jauh lebih lama dari biasanya.

BACA JUGA: Heboh! Dugaan Penganiayaan Anak di Daycare Little Aresha Jogja Terungkap, Backing Hakim dan Dosen UGM

Modus Operandi Pemeriksaan Medis Janggal

Kategori :