Bantah Warga Berkerumun! Kesaksian Asisten Masinis Tabrakan Kereta Maut Bekasi Sempat Hubungi Pusat Kendali

Selasa 28 Apr 2026 - 13:00 WIB
Reporter : Steve
Editor : Gusti

BACAKORAN.CO - Misteri di balik kecelakaan maut kereta rel listrik dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam dua puluh tujuh April perlahan mulai menemui titik terang.

Insiden mengerikan ini diduga kuat dipicu oleh anomali atau eror pada sistem persinyalan blok terbuka yang berujung pada tabrakan fatal berkecepatan tinggi.

Berdasarkan kesaksian terbaru dari pihak awak kereta, kejanggalan indikator lampu sinyal membuat kereta jarak jauh tidak sempat melakukan pengereman sebelum menghantam rangkaian komuter yang sedang berhenti total menunggu jalur steril.

Kecelakaan maut KRL yang tertemper oleh KA Argo Bromo Anggrek ini memunculkan temuan krusial dari penuturan asisten masinis.

BACA JUGA:Daftar Identitas Korban Kecelakaan Maut Kereta Api Argo Bromo dan Penyebab Taksi Green SM Berhenti di Tengah..

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari X @txttransportas, terdapat indikasi kuat bahwa lampu sinyal di Stasiun Bekasi mengalami kerusakan dengan menyala hijau, padahal di blok berikutnya menyala merah akibat adanya rintangan KRL di jalur komuter.

Dalam prosedur sistem persinyalan blok terbuka, sinyal hijau berarti aman untuk melaju dengan kecepatan maksimal, sementara kuning adalah peringatan untuk memperlambat laju karena blok di depannya bersinyal merah.

Kesalahan sistemik ini menjelaskan mengapa KA Argo Bromo Anggrek terus melaju dalam kecepatan seratus kilometer per jam.

Secara analitis, kereta api jarak jauh dengan tonase masif yang melaju pada kecepatan tinggi tersebut memiliki momentum pengereman yang sangat panjang, sehingga mustahil untuk berhenti mendadak saat rintangan gerbong wanita KRL baru terlihat secara visual.

Bantahan Isu Warga Berkerumun di Media Sosial

Menyusul kejadian ini, berbagai spekulasi beredar di platform media sosial X.

BACA JUGA:Updated Terbaru Tragedi Stasiun Bekasi Timur, 14 Orang Tewas 84 Luka Berat dan Ringan

Seorang pengguna dengan nama akun slashertriceps yang diunggah satu jam lalu dan mendapat dua ribu empat ratus tayangan, mempertanyakan sebuah isu.

Ia menuliskan sebuah pertanyaan mengenai apakah jalur kereta tidak steril gara-gara warga pada berkerumun buat melihat taksi yang keseret.

Spekulasi ini langsung dibantah tegas oleh akun bernama txttransportasi pada kolom balasan satu jam lalu yang mendapat dua ribu seratus tayangan.

Akun tersebut membenarkan bahwa KRL tujuan Cikarang tertahan menunggu jalur steril.

Kategori :